Inggris Tuduh Iran Dalang Teror di Pangkalan AS-RAF, Teheran Membantah

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 15:05 WIB
Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford.
Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford. (AFP/Ramil Sitdikov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford akhir pekan lalu.

Itu merupakan pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi melawan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Araghchi menyebut Inggris salah sasaran dalam menuduh Teheran terlibat. Ia juga menyoroti keputusan kepolisian Inggris membebaskan lima tersangka yang ditangkap di dekat pangkalan tersebut.

"Saya dapat mengonfirmasi keyakinan Iran bahwa pembebasan terduga teroris yang bekerja untuk negara asing benar-benar menjelaskan semuanya," tulis Araghchi melalui X, seperti dikutip Middle East Eye.

"Anda salah sasaran," tambahnya.

Pernyataan itu disampaikan setelah Burnham mengatakan ada "indikasi kuat" bahwa Iran berperan dalam insiden di RAF Fairford.

Burnham menyampaikan klaim tersebut kepada BBC pada Rabu (30/9), sembari menegaskan bahwa penyelidikan polisi masih berlangsung.

[Gambas:Video CNN]

"Ada indikasi kuat bahwa Iran berperan dalam apa yang terjadi selama akhir pekan di RAF Fairford. Namun, ini tentu saja masih merupakan penyelidikan polisi yang sedang berlangsung, kompleks, dan serius," kata Burnham.

Burnham mengatakan pemerintah Inggris bekerja sama erat dengan AS dalam penyelidikan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan bukti yang mendasari dugaan keterlibatan Iran maupun rencana yang diduga disiapkan para tersangka.

Burnham hanya mengatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada publik pada waktunya. Pernyataannya menjadi pengakuan terbuka pertama dari pejabat Inggris yang mengaitkan Iran dengan insiden di RAF Fairford.

Insiden tersebut bermula pada Minggu (27/9), ketika polisi menerima laporan mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar RAF Fairford di Gloucestershire.

Lima pria Inggris berusia 20-an kemudian ditangkap di dekat pangkalan. Mereka diduga terlibat dalam persiapan aksi terorisme dan pelanggaran terkait bahan peledak.

Para tersangka sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan pada Senin (28/9).

Polisi kontraterorisme Inggris kemudian melakukan pemeriksaan selama tiga hari, termasuk menggunakan tim penjinak bom. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bahan peledak yang ditemukan di kendaraan para tersangka.

Namun, polisi menemukan "sejumlah bensin" di dalam kendaraan tersebut. Penyelidik juga masih mempertimbangkan berbagai kemungkinan mengenai tujuan keberadaan para tersangka di dekat pangkalan.

Penyelidikan polisi

Polisi telah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi kejadian usai menerima laporan warga soal kendaraan mencurigakan.

Di tengah penyelidikan, muncul laporan bahwa salah satu tersangka sempat menghubungi layanan darurat sebelum ditangkap.

Menurut laporan The Times, salah satu tersangka tersebut menghubungi layanan darurat sekitar satu jam sebelum polisi menangkap mereka.

Penyidik disebut mempertimbangkan sejumlah kemungkinan, termasuk aksi pengintaian, uji keamanan, atau upaya mengirim pesan kepada pemerintah Inggris.

Polisi belum mengkonfirmasi apakah tersangka tersebut memang orang yang melakukan panggilan itu.

Keputusan polisi Inggris membebaskan kelima tersangka dengan jaminan juga mendapat sorotan dari pejabat AS.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dirinya tidak akan mengambil keputusan serupa. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, juga menyebut banyak pihak merasa terganggu dengan pembebasan para tersangka. Namun, Taylor membela keputusan tersebut.

Kepala kepolisian kontraterorisme Inggris, Laurence Taylor, mengatakan para tersangka masih dalam penyelidikan. Ia mengatakan keputusan untuk memberikan jaminan didasarkan pada "pengalaman dan strategi".

Taylor mengatakan salah satu jalur penyelidikan adalah kemungkinan tindakan tersebut dilakukan oleh "perantara atau individu" yang bekerja untuk negara asing, baik secara sadar maupun tidak sadar, lapor Al Jazeera.

RAF Fairford berada sekitar 160 kilometer sebelah barat London. Pangkalan tersebut telah lama digunakan pesawat pembom AS dalam berbagai operasi militer di Timur Tengah, termasuk operasi terbaru terkait perang dengan Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan pangkalan yang digunakan untuk menyerang wilayah Iran dapat dianggap sebagai target yang sah.

(mge/bac)
placeholder