Arrmanatha soal Dikabari Jadi Menlu: Baru Tahu Tadi Siang dari Seskab

CNN Indonesia
Kamis, 01 Okt 2026 15:57 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang baru dilantik Arrmanatha Nasir membeberkan detik-detik ia dikabarkan menjadi Menlu RI. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang baru dilantik Arrmanatha Nasir membeberkan detik-detik ia dikabarkan menjadi Menlu RI.

Pria yang akrab disapa Tata itu menggantikan Sugiono yang juga dilantik menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10) siang.

Tata dan Sugiono termasuk dari 16 menteri dan pejabat baru yang dilantik Presiden RI Prabowo Subianto.

"Saya baru tahu tadi siang, diminta datang pukul 14.00. Saya di-WhatsApp dan ditelepon Seskab (Teddy Indra Wijaya)," kata Tata kepada para wartawan setelah dilantik di Istana Kepresidenan.

"Waktu saya diinformasikan, saya sedang bersama dengan Pak Menlu (Sugiono) di kantor Pejambon (Kemlu RI)," tutur Tata.

Tata kemudian membeberkan misi yang akan menjadi prioritas Kemlu RI seperti yang digariskan oleh Prabowo.

[Gambas:Video CNN]

"Di sidang Majelis Umum PBB disampaikan oleh Bapak Menlu (Sugiono), Indonesia akan kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap untuk Dewan Keamanan PBB Di periode 2029-2030," ujar Tata.

"Kita kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme. Jadi itulah prioritas-prioritas kita yang sudah selalu dijalankan dengan sangat baik oleh Bapak Sugiono dan akan kita teruskan," ia menambahkan.

Menlu RI yang bernama lengkap Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971.

Seiring berjalannya waktu, pria yang akrab disapa Tata itu mengenyam pendidikan di berbagai universitas ternama, seperti Universitas Buckingham, Universitas Leicester, dan Universitas Indonesia.

Di Universitas Buckingham, Tata mengambil program studi ekonomi. Dia lantas melanjutkan program magister di Universitas Leicester dan Universitas Indonesia dengan program studi yang berbeda.

Tata sempat bekerja di Bank Danamon dan Bank Sagang Negara. Dia juga pernah menjadi Kepala Sub Direktorat Pertanian di Direktorat Perdagangan.

Dia mulai bergabung dengan Kementerian Luar Negeri RI dan meniti diplomat karier sejak 1997. Pada 2001-2005, dia sempat menduduki sejumlah pos penting seperti Perwakilan RI untuk PBB di Jenewa serta bertindak sebagai regulator di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK