Trump Mau Tambah Kapal Induk AS di Timteng, Tampung 10 Ribu Tentara

CNN Indonesia
Jumat, 02 Okt 2026 11:00 WIB
Presiden AS, Donald Trump, bersiap menambah kekuatan militer di Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok serang kapal induk ketiga. (AFP/MC2 NATHAN LAIRD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersiap menambah kekuatan militer di Timur Tengah dengan mengerahkan kelompok serang kapal induk ketiga dan kapal-kapal Korps Marinir

Pengerahan ini akan membawa sekitar 9.000 hingga 10.000 personel tambahan ke kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Mengutip laporan The Wall Street Journal pada Kamis (1/10), Pentagon menargetkan kapal perang, jet tempur, Marinir, dan pelaut tambahan tiba di Timur Tengah pada akhir November.

Kapal induk USS Theodore Roosevelt, telah meninggalkan San Diego pada Minggu (27/9) untuk menjalani penugasan yang sudah dijadwalkan.

Sehari kemudian, Gugus Siap Amfibi USS Makin Island juga bertolak dengan membawa Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-13.

Saat ini, USS George H.W. Bush dan USS George Washington sudah berada di kawasan tersebut. Jika USS George Washington masih bertahan hingga USS Theodore Roosevelt tiba, AS akan memiliki tiga kelompok serang kapal induk di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNN]

Kondisi tersebut akan menjadi yang pertama sejak April, sebelum gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran menghentikan pertempuran yang dimulai pada 28 Februari.

Menurut laporan Anadolu, tambahan pasukan itu akan bergabung dengan lebih dari 50.000 personel militer AS yang sudah ditempatkan di Timur Tengah.

Namun, jumlah kapal induk AS di kawasan tersebut masih berpotensi berubah. USS George Washington kemungkinan kembali ke pangkalan asalnya di Jepang sehingga AS hanya memiliki dua kelompok serang kapal induk di kawasan itu.

Konflik AS-Iran Meningkat

Rencana penambahan kekuatan militer ini muncul setelah Trump menolak proposal terbaru Iran untuk melakukan gencatan senjata selama tujuh hari.

Dalam wawancara dengan majalah Time yang diterbitkan pada Kamis (1/10), Trump mengatakan AS berpeluang kembali menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu jika kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

Proposal Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya kembali perundingan mengenai program nuklir Teheran.

Sebagai imbalannya, Iran meminta AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global biasanya melintasi perairan tersebut.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memperpanjang penempatan unit pertahanan udara dan Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat AS di kawasan tersebut.

Washington juga mempertahankan sekitar 20 kapal Angkatan Laut di Timur Tengah untuk menegakkan blokade dan membantu mengawal kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pengerahan tambahan ini berlangsung ketika Angkatan Laut AS menghadapi keterbatasan pasokan dan tuntutan penugasan yang hampir mencapai rekor.

Situasi semakin tegang setelah Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke kapal perang AS.

Sementara itu, pejabat senior Angkatan Laut AS telah mempersiapkan awak USS Theodore Roosevelt untuk menjalani penugasan jangka panjang.

(mge/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK