Israel Dikabarkan Bakal Interogasi Kopilot dalam Insiden Flydubai
Israel berencana menginterogasi kopilot yang sempat berusaha membajak dan menabrakkan pesawat Flydubai saat terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab ke Tel Aviv.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel sedang menyelidiki apakah kopilot tersebut bertindak di bawah arahan seseorang atau tidak.
Kopilot mulanya ditahan di Arab Saudi, tempat pesawat akhirnya mendarat darurat. Salah satu sumber lalu mengatakan, pilot itu sudah dipindah ke Uni Emirat Arab menyusul rencana interogasi para pejabat Israel.
Dia enggan menyebut badan atau otoritas Israel mana saja yang akan ikut serta dalam interogasi.
Lebih lanjut, sumber itu menjelaskan, penyelidik Israel akan ikut serta dalam penyelidikan yang dipimpin UEA untuk menentukan apa yang terjadi dan memeriksa motif serta latar belakang.
Kementerian Luar Negeri UEA tak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini. Namun, kantor berita UEA melaporkan, otoritas membuka penyelidikan untuk menetapkan keadaan dan motif pelaku terkait insiden Flydubai.
"Apakah insiden tersebut terkait dengan aktivitas atau tujuan teroris, atau melibatkan perencanaan atau arahan sebelumnya," demikian laporan kantor berita UEA, yang dikutip Reuters, Jumat (2/10).
Sementara itu, CEO Flydubai Ghaith Al Ghaith nengatakan, pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan resmi
"Penting bagi kita untuk membiarkan proses ini menetapkan fakta-fakta," kata dia dalam pernyataan tertulis.
Al Ghaith mengakui ada 'banyak pertanyaan' tentang apa yang terjadi pada penerbangan Flydubai FZ1073.
Flydubai nyaris dibajak saat terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab, ke Tel Aviv, Israel. Pesawat sempat dialihkan ke Arab Saudi melalui wilayah Yordania.
Beberapa saat kemudian pesawat mengirim sinyal darurat umum lalu mengirim lagi sinyal darurat lain yang menunjukkan kemungkinan pembajakan.
Pesawat akhirnya mendarat dengan aman di bandara Tabuk, Saudi. Seluruh penumpang juga dalam kondisi selamat.
Setelah melalui pemeriksaan, gangguan itu terjadi karena perkelahian pilot. Kopilot diduga berusaha menabrakkan pesawat dan menikam pilot lain yang diidentifikasi sebagai Kapten Smit Machchhar.
Kopilot itu diidentifikasi sebagai warga negara Oman. Sementara Israel tak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Oman.
Pilot dari negara yang tak punya hubungan dengan Israel tak diizinkan mengoperasikan penerbangan ke wilayah udara di negara Timur Tengah itu. Namun, sejauh ini tak ada informasi soal kopilot bisa ditugaskan untuk penerbangan ke Tel Aviv.
(isa/asr)