AS Usir 2 Delegasi PBB Iran Gegara Ogah Pulang Kampung

CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 09:50 WIB
NEW YORK, NEW YORK - SEPTEMBER 23: Iran Foreign Minister Abbas Araghchi (L) looks on during the 81st session of the United Nations (U.N.) General Assembly at U.N. Headquarters on September 23, 2026 in New York City. World leaders have gathered in New
Menlu Iran Abbas Araghchi saat menghadiri Majelis Umum PBB September lalu. (Foto: Getty Images via AFP/ALEXI J. ROSENFELD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat mengusir dua anggota delegasi Iran yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir September lalu.

Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pengusiran dilakukan setelah kedua delegasi Iran itu dinilai Washington mengabaikan perintah untuk meninggalkan Negeri Paman Sam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua anggota delegasi Iran lainnya diketahui masih berada di (New York) jauh setelah Sidang Umum PBB berakhir. Mereka kini telah diusir dari AS," kata seorang pejabat AS kepada AFP pada Sabtu (3/10).

Pejabat AS itu menegaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio "serius dalam menjalankan kebijakannya" yakni memberikan tekanan sebesar-besaranya terhadap Iran yang saat ini masih berperang dengan Negeri Paman Sam.

Media AS melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beserta delegasinya untuk meninggalkan AS pada Senin lalu setelah seluruh rangkaian Sidang Majelis Umum PBB rampung.

Pemerintah AS kemudian memutuskan untuk mengusir dua anggota delegasi Iran tersebut setelah mendapat informasi dari misi Iran untuk PBB bahwa keduanya masih berada di negara itu pada Jumat.

Menurut laporan Axios, salah satu anggota delegasi tersebut meninggalkan AS pada Jumat malam, sementara anggota lainnya sudah berangkat pada Sabtu pagi.

Sejak perundingan damai mandek, AS terus melancarkan tekanan maksimal terhadap Iran. Terbaru, pemerintahan Presiden Donald Trump melarang seluruh maskapai Iran beroperasi di seluruh dunia.

Delegasi Iran juga dipantau ketat dan dibatasi pergerakannya selama menghadiri Majelis Umum PBB di New York.

Delegasi Iran, termasuk Presiden Massoud Pezeshkian, juga dilarang berbelanja dan berpelesir selama berada di New York.

Sementara itu, pejabat AS dan Iran juga sebelumnya telah bertemu di New York di sela-sela Sidang Umum PBB untuk melanjutkan upaya perundingan mengakhiri perang yang sudah berkobar sejak Februari.

Presiden AS Donald Trump menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, tetapi mengatakan kepada media AS bahwa ia memperkirakan perundingan akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Teheran belum menjadwalkan perundingan langsung lebih lanjut dengan Washington.

(rds)
placeholder