Prancis diguncang aksi demonstrasi besar-besaran oleh ribuan pelajar dari sekitar 1.200 sekolah selama sepekan terakhir. Protes ini dipicu atas kemarahan atas berbagai persoalan di SMA di Prancis.
Sementara itu Korea Utara kini makin agresif, dengan melakukan uji coba rudal strategis yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ulasannya dalam Kilas Internasional hari ini, Senin (5/10).
Ribuan Siswa SMA Prancis Demo 'Segel' Sekolah, Apa Tuntutannya?
Demonstrasi besar-besaran ribuan pelajar di setidaknya 1.200 sekolah telah mengguncang Prancis dalam sepekan terakhir.
Para pelajar keluar jalanan dan memblokade pintu masuk sekolah hingga bentrok antara aparat keamanan tak terhindarkan di beberapa kota hingga polisi merespons demonstrasi dengan menembakkan gas air mata.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi berlangsung sejak Senin. Sementara itu Menteri Pendidikan PrancisÉdouard Geffray mengatakan sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak demonstrasi.
Protes yang berpusat pada pelajar di sekolah lycee (setara Sekolah Menengah Atas) tersebut dipicu oleh kemarahan atas berbagai persoalan yang terjadi pada SMA di Prancis. Salah satu keluhan utama para demonstran adalah kekurangan guru dan tenaga pendukung di sekolah-sekolah di seluruh negeri.
Arab Saudi Mau Gempur Houthi untuk Buka Laut Merah
Arab Saudi disebut berencana menyerang milisi Houthi untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah.
Enam sumber dari Timur Tengah dan negara Barat mengatakan operasi itu akan dipimpin pasukan pemerintah Yaman dan diawasi pasukan Saudi. Serangan tersebut diperkirakan bakal diluncurkan dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber di Yaman, Teluk, dan Barat mengatakan salah satu tujuan utama serangan Saudi yang direncanakan adalah untuk memukul mundur Houthi. Bulan lalu milisi ini berhasil maju menyusuri pantai dan merebut kendali Selat Bab el Mandeb.
Korut Ngaku Uji Coba Rudal Terbaru, Dilengkapi Teknologi AI
Korea Utara menyatakan telah melakukan uji coba rudal strategis jarak menengah yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Sabtu (3/10). Pernyataan ini disampaikan setelah Korea Selatan menyatakan bahwa Korut telah meluncurkan sebuah rudal balistik.
Kim Yo Jong, adik dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengonfirmasi bahwa rudal yang ditembakkan pagi itu adalah "rudal strategis jarak menengah".
Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh bagaimana kecerdasan buatan itu digunakan dalam rudal tersebut.
Kim cuma mengeklaim bahwa teknologi ini membuat serangan rudal tersebut mustahil untuk dihindari. Ia juga menyebut Kim Jong Un meyakini bahwa tidak ada negara di dunia yang akan mampu menguasai teknologi semacam ini, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
(tim/dna)


