PM Sanae Sebut Penurunan Populasi Jepang Picu Krisis Nasional
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyebut penurunan populasi sebagai "krisis nasional yang berkembang secara diam-diam".
"Penurunan populasi adalah krisis nasional yang berkembang secara diam-diam," kata Takaichi, seperti dilaporkan AFP.
Ia berjanji menyusun strategi komprehensif untuk mengatasi masalah tersebut hingga akhir tahun ini.
Pernyataan itu disampaikan Takaichi dalam pidato kebijakan di hadapan parlemen Jepang pada Senin (5/10).
Pemerintah Jepang akan merumuskan strategi untuk menghadapi penyusutan dan penuaan populasi yang terus berlangsung.
Japan Today melaporkan bahwa masalah tersebut semakin terlihat dari hasil sensus Jepang 2025. Data yang dirilis menunjukkan populasi Jepang menurun sekitar 2,5 persen dibandingkan sensus 2020.
Pada 2024, populasi Jepang menyusut 0,75 persen atau 908.574 orang. Angka ini merupakan penurunan terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1968.
Kementerian Dalam Negeri Jepang melaporkan jumlah penduduk saat ini di angka 120,6 juta jiwa, menyusut sangat signifikan dibanding pada 2009 dengan jumlah 126,6 juta.
(mge/bac)