Israel Bersiap Serang Iran Lagi Meski Tak Dibantu AS

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 16:45 WIB
Israel tengah mempersiapkan kemungkinan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran, baik bersama Amerika Serikat maupun secara independen.
Israel tengah mempersiapkan kemungkinan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran, baik bersama Amerika Serikat maupun secara independen. (AFP/JACK GUEZ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel tengah mempersiapkan kemungkinan melancarkan aksi militer baru terhadap Iran, baik bersama Amerika Serikat maupun secara independen.

Persiapan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dan kebuntuan diplomasi antara Washington dan Teheran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan Israel Hayom pada Senin (5/10) menyebut militer Israel sedang menyiapkan berbagai skenario serangan terhadap Iran.

Pada saat yang sama, Israel tetap mempertahankan kerja sama intelijen dan operasional yang erat dengan militer AS.

Militer Israel juga menyiapkan kemungkinan melakukan serangan pencegahan atau merespons jika Iran lebih dulu melancarkan serangan.

Namun, laporan tersebut menyebut kemungkinan Israel atau AS melakukan serangan baru sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November dinilai relatif rendah.

[Gambas:Video CNN]

Israel tetap menganggap program nuklir Iran sebagai masalah besar.

Di tengah persiapan tersebut, Walla melaporkan AS berencana mengirim tambahan pasukan dan pesawat ke Israel dalam beberapa pekan mendatang untuk menghadapi kemungkinan eskalasi di Timur Tengah.

Menurut Walla, sekitar 3.000 personel militer AS saat ini berada di berbagai wilayah Israel.

Mereka bertugas mengoperasikan sistem pertahanan udara, termasuk pilot, awak pendukung, personel logistik, dan pasukan yang ditempatkan di markas militer.

Tambahan pasukan dan pesawat diperkirakan tiba dalam beberapa pekan ke depan seiring Washington memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Militer Israel juga terus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konfrontasi baru dengan Iran atau peningkatan ketegangan regional secara cepat. Dalam persiapan itu, Israel disebut tetap berkoordinasi erat dengan Komando Pusat AS (CENTCOM).

Persiapan militer tersebut berlangsung ketika Iran masih membuka jalur diplomasi dengan Washington.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya mengatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan untuk mencapai "solusi yang adil".

Dalam perundingan tidak langsung yang berlangsung melalui Qatar di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September, Iran menyampaikan tujuh syarat terkait rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, telah menyatakan Washington tidak menerima persyaratan Iran, seperti dilaporkan Middle East Monitor.

(mge/bac)
placeholder