Situasi Terkini Lab Rusia Lokasi Staf Peneliti Wabah yang Meninggal

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 10:25 WIB
Penampakan Laboratorium Anti-Wabah di Irkutsk, Siberia, Rusia, setelah laporan kematian pekerjanya diduga terinfeksi wabah pes. (Foto: AFP/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Laporan kematian seorang pekerja laboratorium yang diduga terinfeksi wabah pes di Irkutsk, Siberia, memicu spekulasi di luar Rusia. Namun, warga di kota lokasi laboratorium yang menjadi sorotan itu mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan kemungkinan penularan penyakit terkait.

Pekerja laboratorium itu diketahui bernama Darya Shipilova, 28, yang dilaporkan meninggal pada Jumat (2/10). Sejumlah media Rusia menyebut ia meninggal akibat pneumonia imbas terinfeksi plague atau pes hingga memicu ratusan orang menjalani karantina.

Namun, pejabat Rusia membantah laporan tersebut. Mereka mengatakan hasil pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan penyakit pes di tubuh korban. Pemerintah juga menyatakan tidak ada tindakan khusus yang diberlakukan.

"Jika memang serius, saya rasa mereka sudah menutup segalanya sekarang," kata seorang warga kepada AFP di Irkutsk, Siberia.

"Saat ini, sepertinya tidak ada yang benar-benar peduli," tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan foto AFP, situasi laboratorium tempat Shipilova berkerja tampak sepi meski tidak ada tanda-tanda penyegelan lokasi atau sejenisnya dari luar gedung.

Seorang warga lainnya mengatakan dirinya telah meminta orang tuanya melakukan tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan, meski menganggap situasi saat ini belum menjadi "ancaman serius." 

Media Rusia People of Baikal melaporkan Shipilova kemungkinan tertular wabah setelah sebuah tabung reaksi pecah.

Media lain juga melaporkan kemungkinan hubungan antara kematiannya dan kecelakaan di laboratorium tempat ia bekerja. Namun, Moskow membantah seluruh laporan itu dengan hanya mengatakan sejauh ini bahwa Shipilova meninggal akibat "pneumonia yang tidak diketahui."

Sejumlah warga Irkutsk bahkan meragukan bahwa pekerja laboratorium tersebut meninggal akibat wabah pes.

"Saya rasa itu sebenarnya bukan wabah pes," kata seorang warga tanpa menyebutkan namanya.

Gubernur wilayah Irkutsk juga mengatakan otoritas kesehatan tidak menemukan bukti bahwa perempuan tersebut meninggal akibat wabah pes.

Di tengah tawaran bantuan dari Washington, Moskow justru menegaskan bahwa Rusia mampu menangani situasi tersebut sendiri.

"Hari ini saya membaca bahwa Trump ingin membantu kota Irkutsk," kata seorang warga.

"Kami bisa mengatasinya sendiri," tambahnya.

(mge/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK