Lempar Proyektil hingga Siswa Patah Rahang, Polisi Prancis Didakwa

CNN Indonesia
Rabu, 07 Okt 2026 12:55 WIB
A Police officer gestures over a protester as French high school and university students attend a demonstration in Strasbourg as part of a nationwide day of protests and blockades, voicing anger over overcrowded classrooms, teacher shortages and dila
Polisi Prancis didakwa setelah diduga melakukan kekerasan ke siswa selama demonstrasi. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang petugas polisi di Prancis didakwa gegara melempar proyektil hingga mengakibatkan seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) patah rahang.

BBC melaporkan jaksa wilayah Pontoise mendakwa seorang polisi pada Selasa (6/10) menyusul insiden pekan lalu di Saint-Ouen-l'Aumône, dekat Paris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun mengalami "patah tulang rahang ganda" setelah terkena hantaman granat gas air mata di bagian kepala pada 28 September lalu.

Menurut pengacara sang remaja, siswa bernama Eden itu menjalani "operasi besar yang sangat serius" imbas insiden tersebut. Pada Senin (5/10), ibu Eden mengatakan putranya kini tak bisa makan selain menggunakan sedotan dan hanya bisa mengonsumsi cairan.

Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez langsung meluncurkan penyelidikan menyusul peristiwa itu.

Prancis dilanda demo besar-besaran yang diprakarsai siswa buntut kurangnya tenaga pendidik di sekolah.

Lebih dari 250 ribu siswa turun ke jalan untuk memprotes kurangnya guru, buruknya fasilitas sekolah, serta ketimpangan akses pendidikan. Sekitar 2.000 sekolah pun ditutup imbas demo ini.

Unjuk rasa ini meluas dengan cepat dan di luar kendali sampai puluhan sekolah dibakar atau dijarah. Sejumlah staf pengajar turut terluka selama protes ini.

Kerugian imbas kerusakan properti menyusul demo diperkirakan mencapai puluhan juta euro.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna)