AS Akui 91 Pesawat Militer Rusak hingga Hancur di Perang Iran
Amerika Serikat mengaku 91 pesawat militer hilang hingga rusak serius dan ringan selama perang melawan Iran.
Pengakuan itu tertuang dalam laporan baru Congressional Research Service (CRS) pada Senin (5/10) menyatakan jumlah itu mencakup pesawat bersayap tetap, helikopter, dan sistem tanpa awak atau drone, demikian dikutip English Al Arabiya.
Menurut laporan itu 49 unit drone MQ-9 Reaper hilang, 12 pesawat tempur F-15E Strike Eagle termasuk tiga yang ditembak di Kuwait dan satu di Iran hancur, 8 pesawat F-15 mengalami kerusakan ringan, satu F-35A Lightning II dan dua A-10 Thunderbolt II rusak ringan, tujuh pesawat bahan bakar udara KC-135 dan satu pesawat peringatan E-3 Sentry juga mengalami rusak ringan.
Laporan itu juga mencantumkan dua pesawat operasi khusus MC-130J, drone MQ-4C Triton, dan tiga drone MQ-1 terdampak selama operasi di Iran. AS juga mengalami kerugian helikopter termasuk AS-64 Apache, empat AH-6 Little Birt dan Mh-6- Sean Hawk.
Laporan itu juga mewanti-wanti angka tersebut bisa berubah karena klasifikasi, operasi tempur yang berkelanjutan, dan kerugian imbas kecelakaan. Beberapa pesawat juga kemungkinan kembali beroperasi.
CRS juga menyatakan kerugian bisa menimbulkan sejumlah masalah bagi pengawasan kongres termasuk apakah Kongres dan Pentagon punya cukup informasi dan dana untuk mengganti pesawat yang rusak.
Selain itu, mereka menyoroti potensi tekanan di basis industri pertahanan AS, kapasitas produksi, benturan rantai pasok dengan permintaan termasuk penjualan ke luar negeri.
Amerika Serikat dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari lalu. Imbas gempuran tersebut Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas.
Iran langsung membalas serangan ke pangkalan militer AS di negara-negara Timur Tengah dan Israel. Mereka juga menutup Selat Hormuz.
Hingga saat ini, mereka masih berperang meski sempat gencatan senjata dan sudah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
(isa/bac)