Iran Diam-diam Kirim Dana Rp3,5 T ke Hizbullah, Buat Apa?
Iran dikabarkan mengirimkan dana sebesar US$200 juta (sekitar Rp3,5 triliun) kepada kelompok milisi Hizbullah, untuk membantu warga Lebanon yang terdampak perang.
Dua orang yang mengetahui transfer tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa uang itu dikirim bulan lalu secara tunai di tengah tekanan ekonomi AS dan sulitnya bagi Iran melakukan pengiriman.
Perantara yang membawakan uang itu disebut meminta bayaran 20 persen. Salah satu sumber menyebut besaran upah yang diminta mencerminkan tingginya risiko berurusan dengan Iran dan Hizbullah saat ini, karena tarif normal biasanya hanya 5 persen.
Ketika dimintai komentar, seorang pejabat Hizbullah membenarkan bahwa sejumlah dana untuk membantu rakyat Lebanon telah diamankan dan rencana pendistribusiannya akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang. Namun, ia tak menjelaskan dari mana asal dana tersebut.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran, misi tetap Iran di Jenewa, Kementerian Keuangan AS, dan pemerintah Lebanon belum memberikan pernyataan.
Lebanon berada di bawah serangan Israel sejak kelompok tersebut memutuskan membantu Iran melawan AS-Israel pada Maret lalu. Ratusan ribu warga Lebanon kini mengungsi imbas perang yang meluas.
Hizbullah telah menyatakan akan membantu membiayai warga yang mengungsi dengan menggunakan "sumber daya dan sumbangan yang tersedia".
Kendati demikian, upaya rekonstruksi tampaknya cukup sulit dilakukan karena Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam bulan lalu mengatakan butuh lebih dari US$27 miliar untuk membangun kembali Lebanon dari dua perang sejak tahun 2024.
Iran sementara itu tidak pernah blak-blakan mendanai Hizbullah. Kebijakan teheran mendanai proksi regionalnya tersebut telah memicu kemarahan publik karena dikucurkan saat Iran sendiri krisis perekonomian.
(blq/dna)