PM Wong Ungkap Alasan Ogah Tekan Biaya Hidup Tinggi di Singapura

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 06:30 WIB
Singaporean Prime Minister Lawrence Wong speaks during a meeting with East Timor's President Jose Ramos-Horta at the Government Palace in Dili on July 3, 2026. (Photo by Valentino Dariell DE SOUSA / AFP)
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Foto: AFP/VALENTINO DARIELL DE SOUSA
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, mengakui bahwa negaranya bukanlah tempat yang murah untuk ditinggali.

Namun, pemerintah Singapura tidak memilih membatasi harga barang dan jasa untuk mengatasi masalah tersebut karena khawatir kebijakan itu justru memicu kelangkaan pasokan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wong menyampaikan hal tersebut saat berbicara dalam Forbes Global CEO Conference. Pernyataannya merespons komentar Ketua Forbes, Steve Forbes, mengenai tingginya biaya hidup di Singapura.

Wong menjelaskan pembatasan harga bukan solusi yang tepat untuk menekan biaya hidup. Menurut dia, kebijakan tersebut berisiko menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan, termasuk kelangkaan pasokan.

Alih-alih membatasi harga, pemerintah Singapura memilih mendorong peningkatan pendapatan riil masyarakat.

Wong menegaskan upaya tersebut terutama ditujukan untuk membantu warga berpenghasilan rendah, seperti dilaporkan Channel News Asia.

Pemerintah juga memberikan bantuan untuk meringankan beban rumah tangga. Bentuk dukungan tersebut antara lain potongan biaya utilitas dan bantuan tunai bagi masyarakat yang terdampak kenaikan biaya hidup.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)