Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi untuk waspada di tengah serangan milisi Houthi yang menggempur sejumlah wilayah di Saudi.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan pihaknya terus mencermati perkembangan situasi keamanan di Saudi menyusul serangan drone dan rudal yang meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh WNI di Arab Saudi untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik kerawanan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat," kata Heni dalam rilis resmi, Jumat (9/10).
Dia lalu berujar, "WNI juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Arab Saudi maupun Perwakilan RI."
Heni mengatakan Kemlu bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi serta mengambil langkah-langkah pelindungan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI.
Beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi. Serangan itu menyasar fasilitas strategis, seperti Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan tersebut mengakibatkan tiga WNA dan 36 orang mengalami luka-luka. Selain itu, serangan juga menyebabkan gangguan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
"Hingga laporan terakhir yang diterima Kementerian Luar Negeri dari KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah, belum terdapat laporan mengenai WNI yang terdampak langsung akibat perkembangan situasi keamanan tersebut," kata Heni.
Kedua Perwakilan RI, lanjut dia, terus melakukan pemantauan dan menjalin komunikasi dengan komunitas WNI di wilayah kerja masing-masing guna memastikan keselamatan dan keamanan WNI.
(isa/dna)

