Taiwan Waswas Militer China Gelar Latihan Menembak di 5 Titik Perairan

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 16:41 WIB
Bendera Taiwan dan China. Foto: iStockphoto/Oleksii Liskonih
Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan memantau dengan cermat serangkaian latihan tembak langsung militer China yang berlangsung di sejumlah wilayah pesisir negara itu pada pekan ini. Langkah tersebut dilakukan di tengah ketegangan antara Taipei dan Beijing terkait status Taiwan.

Pada Senin (12/10), Menteri Pertahanan Taiwan, Wellington Koo, mengatakan bahwa penilaian awal menunjukkan latihan tersebut melibatkan artileri pantai dan unit militer terkait.

"Kami berpegang pada prinsip 'mengantisipasi musuh seluas mungkin', jadi kami akan terus memantau aktivitas mereka secara cermat, baik itu penembakan maupun latihan militer," kata Koo kepada wartawan di parlemen.

Administrasi Keselamatan Maritim China mengumumkan larangan pelayaran di lima wilayah perairan mulai Kamis (8/10). Wilayah tersebut membentang dari Laut China Selatan hingga Provinsi Liaoning di China timur laut.

Meski demikian, larangan pelayaran tersebut tidak mencakup perairan di sekitar Taiwan. Lokasi latihan yang paling dekat dengan pulau itu berada di lepas pantai Provinsi Zhejiang, China timur.

The Straits Times melaporkan bahwa latihan tersebut dijadwalkan berlangsung sepanjang pekan ini.

Dalam pidato Hari Nasional Taiwan pada Sabtu (10/10), Presiden Taiwan Lai Ching-te menegaskan bahwa pemerintahannya menjunjung tinggi perdamaian, tetapi tidak akan mengorbankan kebebasan Taiwan.

Lai juga menekankan bahwa hak rakyat Taiwan untuk menentukan masa depan mereka harus dihormati.

China mengecam pernyataan Lai. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyebut Lai sebagai seorang "separatis". Pemerintah China juga berulang kali menolak tawaran dialog yang disampaikan pemimpin Taiwan tersebut.

Pada Minggu (11/10), Kementerian Pertahanan China menuduh Lai membesar-besarkan ancaman dari Beijing dan berupaya "mencari kemerdekaan melalui kekerasan".

"Latihan dan pengerahan rutin Tentara Pembebasan Rakyat di sekitar Taiwan dimaksudkan untuk mencegah gerakan kemerdekaan Taiwan yang gegabah dan campur tangan pihak luar, serta menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat Taiwan. Hal ini sepenuhnya dapat dibenarkan," demikian pernyataan kementerian tersebut.

China belum secara langsung mengaitkan latihan militer pekan ini dengan pidato Lai. Namun, militer China hampir setiap hari beroperasi di sekitar Taiwan.

Beijing terakhir kali menggelar latihan perang skala besar di sekitar Taiwan pada akhir Desember.

Latihan tersebut digelar sebagai respons terhadap pengumuman penjualan senjata Amerika Serikat senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Nilai penjualan itu menjadi yang terbesar sepanjang sejarah.

Lai menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut. Ia juga menyatakan Beijing tidak memiliki hak untuk mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya.

[Gambas:Video CNN]

(bac)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK