Menlu Tata Beber Tujuan RI Dorong Menkes Budi Gunadi Jadi Sekjen WHO

CNN Indonesia
Senin, 12 Okt 2026 19:00 WIB
Menlu RI Arrmanatha Christiawan Nasir mengonfirmasi soal pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sekretaris jenderal WHO. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Christiawan Nasir membeberkan tujuan pencalonan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjadi sekretaris jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tata menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu beberapa jam usai serah terima jabatan.

Dia mengatakan meski Menlu berganti semangat Indonesia berada di jalan yang sama, termasuk upaya pencalonan Indonesia menjadi anggota tak tetap Dewan Keamanan PBB dan Direktur Jenderal WHO.

"Semangat yang sama mendasari pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Kawanan BBB untuk periode 2029-2030," kata Tata.

Nantinya, Indonesia akan mendorong Dewan Kawanan PBB agar lebih efektif, representatif, transparan, dan demokratis.

[Gambas:Video CNN]

"Begitu pula pencalonan Menteri Kesehatan kita sebagai Direktur Jendera WHO demi arsitektur kesehatan global yang lebih adil bagi negara berkembang," ucap Menlu itu.

Dua hal tersebut, lanjut dia, akan terus diperjuangkan melalui strategi grouping seperti G20, BRICS, MIKTA, OKI, APEC, dan D8 agar isu-isu prioritas negara berkembang bisa terus dibahas.

Untuk menjadi Dirjen WHO, Budi akan bersaing dengan tiga kandidat yang diajukan negara masing-masing. Mereka yakni Hanan Mohammed Al-Kuwari yang diusulkan Qatar, Hanan Balkhy usulan Arab Saudi, dan Hans Henri P Kluge yang diajukan Belgia.

Pada Agustus lalu, Budi mengaku didorong Presiden Prabowo Subianto untuk maju sebagai Dirjen WHO.

"Itu kan amanah dari Bapak Presiden. Jadi pastilah saya akan kerja buat Bapak Presiden, apapun tugas dari Beliau akan kita jalankan dengan sebaik-baiknya," kata Budi usai rapat di kompleks parlemen.

Dirjen WHO akan dipilih Majelis Kesehatan Dunia, badan pembuat keputusan tertinggi WHO yang berisi semua negara anggota dari badan kesehatan PBB itu.

Majelis Kesehatan Dunia membuat keputusannya setelah melalui proses nominasi yang dilakukan Dewan Eksekutif WHO.

Dalam prosesnya, Dewan Eksekutif WHO akan menyaring para kandidat, menyusun daftar pendek, dan menominasikan hingga tiga kandidat untuk dipertimbangkan Majelis Kesehatan Dunia.

Majelis Kesehatan Dunia kemudian menunjuk Direktur Jenderal dari nama-nama yang dicalonkan.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK