Survei: Eks Kepala Staf Militer Unggul dari Netanyahu untuk Kursi PM

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 16:05 WIB
Hasil survei Channel 12 Israel menunjukkan mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot unggul dari PM Benjamin Netanyahu dalam perebutan kursi PM. (REUTERS/Clodagh Kilcoyne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei Channel 12 Israel menunjukkan mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot unggul dari Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dalam perebutan kursi PM.

Channel 12 melakukan survei pada 12 Oktober untuk melihat elektabilitas partai-partai di Negeri Zionis serta calon-calon kandidat perdana menteri.

Survei dilakukan terhadap 509 responden berusia 18 tahun ke atas, dengan margin kesalahan maksimum 4,4 poin persentase.

Berdasarkan jajak pendapat, Eisenkot unggul atas Netanyahu dalam hal kelayakan sebagai perdana menteri dengan angka 45 persen berbanding 35 persen. Capaian Eisenkot ini meningkat 10 persen dari hasil survei Channel 12 sebelumnya.

Mantan PM Naftali Bennett juga unggul tipis atas Netanyahu ketika diproyeksi maju melawan sang petahana. Ia memperoleh dukungan 37 persen, sedangkan Netanyahu 36 persen.

Lebih lanjut, Channel 12 juga memproyeksi jumlah kursi yang akan diraih partai-partai Israel dalam pemilu Knesset mendatang.

Partai Yashar milik Eisenkot memimpin jajak pendapat dengan jumlah kursi 23. Partai Likud pimpinan Netanyahu kemudian menyusul di belakang dengan 20 kursi, turun satu kursi dari survei sebelumnya.

Partai Beyachad milik Bennett sementara itu mempertahankan 13 kursi.

Kemudian, Partai Demokrat milik Yair Golan dan Partai Yisrael Beiteinu milik eks Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman masing-masing memperoleh sembilan kursi.

The Joint List, yang dipimpin oleh Yousef Jabareen, diproyeksi memenangkan delapan kursi, jumlah yang sama dengan partai Shas ultra-Ortodoks Aryeh Deri dan Partai Jewish Power milik menteri sayap kanan Itamar Ben-Gvir.

United Torah Judaism, yang dipimpin oleh Yaakov Asher, di sisi lain memperoleh tujuh kursi, sementara aliansi Religious Zionism-Zehut pimpinan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan politisi Moshe Feiglin mengamankan enam kursi.

Lebih lanjut, United Arab List pimpinan Mansour Abbas diperkirakan memperoleh lima kursi, sehingga jumlah gabungan dari seluruh partai Arab menjadi 13 kursi.

Partai gabungan Reservists-Economic yang dipimpin oleh Yoaz Hendel dan Yaron Zelekha di samping itu memperoleh empat kursi.

Butuh 61dari 120 kursi untuk membentuk pemerintahan.

Netanyahu telah memimpin pemerintahan Israel sejak akhir Desember 2022. Pemerintahannya secara luas digambarkan sebagai koalisi paling kanan dalam sejarah Israel, dikutip dari Anadolu Agency.

Namun, elektabilitas Netanyahu belakangan rendah buntut kasus korupsi yang menyeretnya serta kegagalan Israel dalam mengantisipasi serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Lebih dari itu, Netanyahu juga dikritik karena mengecualikan pria ultra-Ortodoks dari program wajib militer, saat negara itu butuh sebanyak-banyaknya personel untuk perang.

(blq/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK