Kemlu Respons Israel Tolak Masuk Pilot Ethiopian Airlines Asal RI
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara usai pilot asal Indonesia yang menerbangkan Ethiopian Airlines ditolak mendarat di Israel.
Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan kementerian melalui koordinasi dengan Perwakilan RI terkait termasuk KBRI Addis Ababa di Ethiopia terus memantau perkembangan informasi dan kondisi pilot itu.
"Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Addis Ababa juga akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan hak-hak pilot WNI tersebut sebagai pekerja tetap terpenuhi dan tidak ada tindakan diskriminatif lanjutan," kata Yvonne dalam pernyataan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/10).
Indonesia mencatat pengakuan Ethiopian Airlines bahwa kejadian ini karena koordinasi internal yang kurang. Kemlu, lanjut Yvonne, mendorong maskapai untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Jubir itu juga menegaskan Indonesia mengakui kewenangan setiap otoritas penerbangan untuk menetapkan standar keamanan penerbangan, termasuk terhadap awak pesawat.
"Namun, Indonesia juga menegaskan agar kebijakan keamanan diterapkan secara objektif, proporsional dan berbasis risiko, serta tidak berdasarkan pertimbangan politik atau kewarganegaraan," ujar Yvonne.
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa Indonesia mencatat Israel membatasi awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan.
"Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional," imbuh Yvonne.
Indonesia tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Pemerintah Indonesia dalam hal ini terus mengupayakan seluruh jalur komunikasi yang memungkinkan termasuk di Ethiopia dalam upaya pelindungan WNI dimaksud.
Berdasarkan informasi dari Ethiopian Airlines, pilot asal RI yang menerbangkan Ethiopian Airlines rute Addis Ababa-Tel Aviv saat ini telah dialihkan penugasannya ke rute penerbangan lain.
Ethiopian Airlines memandang tidak terdapat gangguan berarti terhadap aktivitas penerbangan yang dijalankan oleh pihak maskapai.
Ethiopian Airlines sempat menjadi sorotan usai Israel melarang pesawat mendarat gegara pilot maskapai berasal dari Indonesia.
Media Israel, The Times of Israel, melaporkan peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/10) malam.
Channel 13 juga melaporkan insiden tersebut berlangsung usai Eithopian Airlines mengirim daftar awak kabin ke otoritas Israel. Daftar ini baru diberikan setelah pesawat lepas lantas sehingga mereka harus putar balik saat sudah di langit.
Pesawat lalu kembali ke Ethiopia sembari membuang bahan bakar ke laut dalam perjalanan. Pilot lantas digantikan yang lain, yang punya izin mendarat di Israel.
(isa/bac)