Komite Internasional Bulan Sabit Merah (International Committe of the Red Cross/ICRC) melaporkan rumah sakit di Yaman kewalahan menyusul saling serang milisi Houthi dan pasukan Koalisi Arab Saudi.
ICRC menyebut fasilitas di Marib, Taiz, dan pesisir Laut Merah melaporkan jumlah pasien yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa bahkan mengakui angka itu mencapai lebih dari 700 dalam sepekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Staf perawatan trauma mengalami tekanan yang sangat luar biasa," kata Koordinator Kesehatan ICRC Feras Abusamra, dikutip Middle East Eye, Rabu (14/10).
ICRC juga melaporkan perlengkapan bedah, anestesi, oksigen, dan obat-obatan dalam kondisi kian rentan.
Dalam beberapa hari terakrhi, Houthi dan pasukan koalisi Saudi saling gempur. Milisi tersebut berulang kali menyasar fasilitas Saudi termasuk bandara internasional. Imbas serangan itu, 13 orang tewas dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.
Di luar itu, Houthi mengeklaim koalisi Saudi meluncurkan serangan udara di sejumlah wilayah termasuk Taiz. Terbaru mereka menggempur situs minyak Yaman di Sanaa.
Serangan baru koalisi Saudi memicu balasan dari Houthi yang menggempur fasilitas minyak Aramco.
Saling serang itu sebetulnya sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Houthi mengeklaim pasukan Saudi yang lebih dulu menyerang bandara mereka dan milisi ini membalasnya.
Pertempuran koalisi Saudi-Houthi terjadi di tengah perang Amerika Serikat vs Iran yang masih berkobar. Houthi disebut-sebut sebagai milisi yang didukung Iran, sementara Saudi adalah sekutu AS di Timur Tengah.
Namun, dalam berbagai kesempatan Iran dan Houthi mengeklaim serangan mereka bukan dalam rangka membantu Teheran.
(isa/bac)

