Kapal Kontainer Singapura Terbakar-Tenggelam Kena Proyektil di Hormuz

CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 10:20 WIB
Ilustrasi. Kapal kontainer berbendera Singapura terbakar hingga tenggelam kena proyektil di Selat Hormuz. Foto: REUTERS/Stringer
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kapal kontainer berbendera Singapura, GFS Pride, tenggelam setelah terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (13/10).

Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura menyatakan insiden itu menyebabkan kerusakan dan kebakaran di kapal, tetapi seluruh 21 awak berhasil dievakuasi tanpa laporan korban luka.

Otoritas tersebut juga menyatakan kapal itu tenggelam setelah mengalami kerusakan akibat serangan. Pihak berwenang belum memastikan jenis proyektil yang menghantam kapal.

Selain GFS Pride, kapal kontainer berbendera Singapura lainnya, GFS Giselle, juga terkena proyektil pada Rabu (14/10) hingga menyebabkan kerusakan pada lambung kapal. Meski demikian, GFS Giselle berhasil mencapai tempat berlabuh yang aman bersama seluruh 22 awaknya.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan sebuah kapal tenggelam setelah menabrak ranjau laut ketika melintasi jalur yang mereka sebut sebagai rute "tidak resmi" di Selat Hormuz.

IRGC juga merilis foto-foto yang diduga memperlihatkan kondisi kapal kontainer setelah insiden. Foto tersebut menunjukkan kepulan asap hitam dari kapal yang masih mengapung dengan bagian buritan terendam air.

Foto lainnya memperlihatkan puluhan kontainer beserta isinya mengapung di laut.

Ahli hidrografi Pakistan memperingatkan para pelaut bahwa GFS Pride tenggelam sekitar 7,4 kilometer di barat laut Ras al-Sheikh Masud, Semenanjung Musandam, Oman.

Sementara itu, badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), melaporkan dua kapal kontainer yang tidak disebutkan namanya terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (12/10). Insiden tersebut terjadi antara pukul 16.40 dan 17.00 GMT.

UKMTO menyatakan kedua kapal mengalami kerusakan ringan dan masih dapat melanjutkan perjalanan. Namun, laporan tersebut tidak merinci apakah kedua kapal itu merupakan GFS Pride dan GFS Giselle.

Serangan terhadap kapal dagang di Selat Hormuz dan sejumlah wilayah lain di Timur Tengah terus terjadi sejak perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dimulai pada Februari.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat sedikitnya 24 pelaut tewas dalam 106 insiden yang telah dikonfirmasi.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz secara efektif terhenti setelah perang Iran dimulai. Serangan rudal dan drone Iran terhadap kapal komersial serta blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mengganggu lalu lintas kapal di kawasan tersebut.

AS dan Iran sempat mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz pada Juni lalu. Namun, kesepakatan itu runtuh dalam beberapa minggu setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal kembali terjadi dan AS memberlakukan kembali blokadenya.

[Gambas:Video CNN]

(mge/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK