Menantu Presiden di Afrika Ini Ubah Negaranya Jadi Markas Narkoba

CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 14:10 WIB
Sierra Leone, negara kecil di Afrika Barat, kini dijuluki sebagai "negara narkoba sejati". (REUTERS/Eduardo Munoz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sierra Leone, negara kecil di Afrika Barat, kini dijuluki sebagai "negara narkoba sejati".

Hal itu karena terjadi pengangkutan kokain besar-besaran dari Sierra Leone ke beberapa negara Eropa. Liputan investasi The Guardian menyebutkan bahwa sosok yang mengendalikan negara itu bukanlah Presiden Julius Maada Bio, tapi menantunya Jos Leijdekkers.

Pada usia 35 tahun, Leijdekkers adalah raja kokain terkemuka di Eropa. Penilaian intelijen menyebutkan bahwa pria Belanda ini mengimpor volume yang sangat besar sehingga berulang kali menyebabkan pasar kokain Eropa anjlok.

Tahun lalu (2025), ia menurunkan harga grosir narkoba tersebut hingga setengahnya. Beberapa sumber intelijen mengkonfirmasi bahwa ia juga telah mengubah Sierra Leone menjadi negara narkoba sejati pertama di dunia.

"Ini adalah penguasaan negara oleh jaringan kriminal dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata seorang pejabat Barat.

Setidaknya 14 orang telah tewas di Sierra Leone atas perintah Leidjekkers. Sejumlah perwira polisi berpangkat tinggi diyakini telah dibunuh atas perintahnya. Para perwira telah melarikan diri dari negara itu karena takut mereka akan menjadi korban selanjutnya.

"Jika Anda menghalangi jalannya, dia akan menghabisi Anda," kata seorang sumber intelijen.

Seperti kebanyakan orang, mereka berbicara dengan syarat anonim, menyadari kemampuan Leidjekkers untuk menjangkau orang-orang yang menentangnya.

Dan sumber-sumber intelijen memperingatkan bahwa jaringan Leijdekkers berkembang pesat. "Seluruh wilayah Afrika Barat berada dalam risiko," kata seorang pejabat Belanda.

Ketika badan intelijen Belanda melacak Leijdekkers ke Sierra Leone pada tahun 2024, dia telah menciptakan sesuatu yang luar biasa: sebuah kerajaan kokain yang luas dari nol.

"Dia sangat mahir dalam beradaptasi dan membina hubungan," kata seorang pejabat. "Ini negara baru, tetapi dia berhasil memenangkan hati orang-orang paling berpengaruh di sana." Termasuk menikahi putri presiden, Agnes Bio, dan memulai sebuah keluarga.

Para pejabat tinggi Sierra Leone berpesta dengan orang kaya baru itu. Kepala imigrasi mengurus paspor diplomatiknya. Orang yang bertugas menyelidiki penyelundup kokain menjadi teman minumnya.

Menurut informasi intelijen, ia menghasilkan keuntungan bulanan sebesar $150 juta (£113 juta) - lebih besar daripada biaya operasional seluruh negara Sierra Leone.

Menurut sumber, ratusan orang berada dalam daftar gajinya, termasuk tokoh-tokoh senior militer dan kepolisian. Namun, yang paling didambakan Leijdekkers adalah pelabuhan Freetown: Dermaga Queen Elizabeth II, yang terletak strategis di antara Amerika Selatan penghasil kokain dan pasar Eropa yang sedang berkembang pesat.

Pada Agustus 2023, paman istrinya, Yankuba Bio, menjadi kepala pelabuhan. Yankuba Bio membantah memiliki hubungan dekat dengan "siapa pun yang bernama atau diidentifikasi sebagai Jos Leijdekkers".

Namun, sumber-sumber mengatakan bahwa para pejabat pelabuhan yang digaji oleh Leijdekkers menerima gaji $2.000 per bulan - lebih dari 30 kali rata-rata nasional .

Pada Januari 2025, Belanda mengirimkan permintaan ekstradisi ke Sierra Leone untuk buronan tersebut, yang telah dijatuhi hukuman secara in absentia lebih dari 100 tahun penjara atas kejahatan termasuk percobaan pembunuhan.

Sierra Leone membantah mengenal pria itu. Bagi Leijdekkers, itu adalah momen penting: ia mendapat perlindungan negara.

Kepercayaan dirinya memuncak dengan kedatangan kapal kargo berwarna hijau sepanjang lapangan sepak bola, Arconian, di pelabuhan Freetown pada tanggal 18 April 2026. Selama empat hari berikutnya, sekitar 30 ton kokain diangkut ke atas kapal, menurut intelijen Barat.

(imf/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK