Penumpang Terlantar di Italia Gegara Ada Kutu Busuk di Kabin Pesawat

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 12:05 WIB
Sucking tick Macro photo on human skin. Ixodes ricinus. Bloated parasite bitten into pink irritated epidermis. Small red drops. Dangerous insect mite. Encephalitis, Lyme disease infection.
Ilustrasi kutu. Foto: iStockphoto/EvgeniyQ
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang pesawat Qantas sempat terlantar di bandara Italia, lantaran pesawat menunda penerbangan gara-gara ada kutu busuk. 

Juru bicara Qantas mengatakan pembersihan menyeluruh dilakukan usai pesawat terbang selama 17 jam dari Australia ke Italia pada 9 Oktober. Saat itu, penumpang di kelas ekonomi mengeluh digigit kutu busuk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai mendarat di Roma, pesawat dikandangkan untuk "pembersihan total" sehingga menyebabkan pembatalan penerbangan kembali yang dijadwalkan pada 10 Oktober.

"Kami dengan setulus hati meminta maaf ke penumpang atas pembatalan perjalanan pada Sabtu untuk penerbangan Roma ke Perth karena tim teknis dan perawatan kami melakukan pembersihan menyeluruh pesawat setelah menemukan masalah di sejumlah kursi ekonomi," kata dia, dikutip The Independent, Selasa (13/10).

Penumpang yang terdampak pembatalan disebut mendapat akomodasi dan pemesanan ulang penerbangan alternatif dalam 48 jam.

Kutu busuk merupakan serangga kecil tak bersayap yang berkembang biak di lingkungan kering dan lembap. Mereka bisa berpindah melalui barang-barang seperti pakaian, koper, dan tempat tidur.

Kutu itu tertarik dengan panas dan karbon dioksida, mengonsumsi darah, dan biasanya hidup di di celah-celah, menjadikan manusia sebagai inang yang sempurna.

Meskipun gigitan mereka bisa menyebabkan gatal, kemerahan, dan bengkak, kutu ini diyakini tak menularkan penyakit ke manusia.

(isa/dna)