Wartawan Jadi Sasaran Intimidasi di Tengah Penjarahan di Prancis

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 05:58 WIB
A car burns amid clashes between protesters and the French police during a demonstration against the cost of living and rising fuel prices at the Place de la Republique in Paris as part of nationwide protests called by the
Wartawan jadi sasaran intimidasi saat meliput kerusuhan di Prancis. (REUTERS/Stephanie Lecocq)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kerusuhan terjadi di Prancis dan wartawan yang tengah meliput jadi sasaran intimidasi, baik verbal maupun fisik.

Wartawan Al Jazeera yang tengah melaporkan kerusuhan dan penjarahan di Prancis menjadi salah satu korban intimidasi. Ia terus melakukan pantauan langsung dengan rekannya seorang juru kamera ketika sejumlah orang memintanya untuk berhenti.

Wartawan Al Jazeera tersebut tengah melaporkan sejumlah kaca-kaca toko yang pecah dan terjadinya penjarahan di area tersebut. Ia juga mengabarkan barang-barang yang diambil oleh para penjarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah tugas tersebut, terdengar teriakan untuk meminta wartawan tersebut pergi. Juga terdengar teriakan: "Kami tidak ingin kameramu [mengambil aksi ini]!"

Wartawan tersebut kemudian sempat berargumen dengan salah seorang yang ada di lokasi yang meminta mereka pergi. Saat sedang beradu argumen tersebut, sebuah benda tiba-tiba menghantam kepala wartawan tersebut.

Namun wartawan tersebut tetap bisa bersikap tenang. Ia bahkan berucap,"Itulah alasan kenapa kami memakai helm di sini."

Sambil berjalan, wartawan tersebut masih mendapatkan ancaman-ancaman. Ia terus bergerak sambil menjauhi lokasi.

Bukan hanya Al Jazeera, wartawan Euro News juga mendapatkan ancaman. Wartawan Euro News melaporkan bahwa mereka mendapatkan intimidasi bahkan tindak kekerasan ketika sedang melakukan liputan.

"Kami berada di Boulevard de Magenta, tidak jauh dari super market yang dijarah. Ketika mereka melihat kami merekam mereka, mereka mulai memukuli juru kamera saya dan berusaha mengambil microphone."

"Mereka lalu mendorong juru kamera saya ke tembok dan mulai memukulinya. Mereka juga memukul saya. Mereka memukul juru kamera saya di bagian wajah namun karena ia menggunakan masker gas, pelindung mata, dan helm, dia tidak mengalami luka serius," tutur wartawan Euro News dalam laporannya.

Kamera mereka juga sempat dicuri di tengah penjarahan. Namun kamera tersebut dikembalikan oleh sekelompok pemuda yang melihat aksi pencurian itu. Namun SD Card tidak ada lagi dalam kamera yang dikembalikan sehingga rekaman yang sudah diambil sebelumnya ikut hilang.

(ptr)