Perangi Houthi Yaman, Helikopter Saudi Jatuh Tewaskan 2 Awak

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 13:25 WIB
Sebuah helikopter pengintai koalisi Arab Saudi jatuh di wilayah Najran dan menewaskan dua awaknya, Minggu (18/10). Ilustrasi.(Foto: AFP/Fayez Nureldine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah helikopter pengintai koalisi Arab Saudi jatuh di wilayah Najran dan menewaskan dua awaknya, Minggu (18/10).

Kecelakaan ini terjadi kala koalisi Saudi tengah kembali berperang melawan milisi Houthi Yaman.

Dalam pernyataan yang diunggah di X, koalisi Saudi mengatakan helikopter pengintai AH-6i itu jatuh di wilayah Najran, Arab Saudi bagian barat daya, akibat "gangguan teknis".

"Insiden tersebut mengakibatkan gugurnya dua perwira yang menjadi awak helikopter," tambah koalisi tersebut seperti dikutip Al Jazeera.

Insiden ini terjadi kala Saudi meningkatkan pengamanan negaranya setelah menerima peringatan "ancaman udara yang berbahaya" melalui ponsel dan meminta warganya agar menjauhi jendela serta pintu pada Minggu (18/10) dini hari.

Mengutip AFP, peringatan bernada siaga satu tersebut menyebabkan kepanikan singkat di tengah keheningan malam, sebelum akhirnya dicabut oleh pihak berwenang beberapa menit kemudian.

Alarm darurat di layar ponsel tersebut menjadi sinyal kuat bahwa eskalasi serangan drone dan rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman kini mengintai pusat pemerintahan dan pemukiman warga sipil Kerajaan Arab Saudi.

Rentetan ancaman udara yang berulang ini langsung berdampak luas pada mobilitas publik hingga memicu kekhawatiran internasional.

Kementerian Pendidikan Arab Saudi mengumumkan perpanjangan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi para siswa di wilayah Riyadh dan Diriyah untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Pada saat yang sama, sejumlah kedutaan besar negara asing turut menerbitkan imbauan keselamatan yang memperingatkan warganya agar menghindari penggunaan fasilitas bandara di Arab Saudi.

Sejumlah bandara di Arab Saudi juga terus menjadi sasaran serangan udara dalam beberapa waktu terakhir, memaksa beberapa negara mengeluarkan nasihat perjalanan bagi warga negaranya untuk menunda perjalanan sementara waktu ke Saudi.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK