Prancis Tangkap 1.800 Orang Selama Demo Akhir Pekan, 1.500 Toko Rusak

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 19:05 WIB
Aparat keamanan Prancis menangkap lebih dari 1.800 orang demonstrasi akhir pekan ini yang diwarnai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan, Minggu (18/10). (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aparat keamanan Prancis menangkap lebih dari 1.800 orang demonstrasi akhir pekan ini yang diwarnai bentrokan, pembakaran, dan penjarahan, Minggu (18/10).

Dalam unggahan di X,  Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan sebanyak 1.800 orang telah ditangkap dan penyelidikan kini tengah berlangsung untuk mengidentifikasi para pelaku "agar mereka dapat diadili."

Kekerasan dilaporkan terjadi selama demo di Paris, Marseille, Lyon, Bordeaux, dan sejumlah kota lainnya selama akhir pekan. Demo ini menuntut biaya hidup yang makin tinggi terutama sejak perang Amerika Serikat vs Iran pecah pada Februari lalu.

Demo tersebut dipicu oleh aksi protes pelajar yang lebih dulu pecah selama empat pekan terakhir yang mengeluhkan kondisi ruang kelas di sekolah Prancis yang makin buruk. Beberapa demonstrasi siswa ini pun sempat berujung ricuh.

Nunez menyalahkan "beberapa ribu orang dari kelompok ultra-kiri" atas bentrokan dengan polisi, pembakaran atau perusakan sejumlah gedung publik, serta penjarahan toko secara meluas pada Sabtu.

"Kerusakan material yang ditimbulkan sangat besar, terutama bagi beberapa ratus pemilik toko," ujarnya seperti dikutip AFP.

Nunez mengatakan sekitar 500 personel polisi, petugas pemadam kebakaran, dan tenaga paramedis terluka selama aksi protes berlangsung. Ia menambahkan bahwa jumlah itu masih dapat berubah.

Ia menegaskan bahwa Prancis "tidak akan menyerah kepada pihak-pihak yang ingin memaksakan kekacauan dan kekerasan".

Sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan selama demonstrasi akhir pekan ini. Banyak di antaranya toko-toko ini pun ikut dijarah oleh para perusuh.

Ketua Federasi Ritel dan Perdagangan Prancis Alexandre Bompard memperkirakan kerugian yang dialami para pelaku usaha ini mencapai "ratusan juta euro". Ia menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk memberikan angka kerugian yang pasti.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK