Ada Ancaman Bom, Austrian Airlines Rute Tel Aviv-Wina Mendarat Darurat

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 09:25 WIB
Sebuah pesawat Austrian Airlines rute Tel Aviv menuju Wina melakukan pendaratan darurat di Bulgaria setelah menerima laporan ancaman bom pada Minggu (18/10). (Foto: AFP/Joe Klamar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah pesawat Austrian Airlines rute Tel Aviv menuju Wina melakukan pendaratan darurat di Bulgaria setelah menerima laporan ancaman bom pada Minggu (18/10).

Dalam pernyataan pada Minggu, Kementerian Transportasi Bulgaria mengatakan pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan OS82 itu sedang berada di dekat perbatasan Rumania ketika awak pesawat menerima ancaman bom dan memutuskan untuk mendarat di Sofia, ibu kota Bulgaria.

Menurut situs pemantauan penerbangan FlightAware, Austrian Airlines itu lepas landas dari Bandara Ben Gurion di Tel Aviv pada Minggu pukul 18.46 waktu setempat (15.46 GMT).

Pesawat itu lalu mendarat sekitar tiga jam kemudian di Bandara Vasil Levski, Sofia, pada pukul 21.43 (18.43 GMT).

Data Flightradar24 menunjukkan bahwa pesawat memasuki wilayah udara Rumania sekitar pukul 21.10 (18.10 GMT), sebelum berbelok ke selatan dan kembali menuju Bulgaria.

Sementara itu, informasi dari platform pelacakan penerbangan ADS-B Exchange menunjukkan bahwa pesawat tersebut memancarkan kode squawk 7700-sinyal yang menandakan keadaan darurat umum-sekitar waktu yang sama.

Kementerian Pertahanan Bulgaria menyatakan bahwa sebuah jet tempur MiG-29 milik angkatan udara negara itu turut mengawal pesawat tersebut hingga mendarat ke Bandara Sofia.

Berdasarkan informasi awal dalam pernyataan Kementerian Transportasi, pesawat itu membawa enam awak dan 51 penumpang. Seluruh penumpang dan awak telah turun dari pesawat.

Pihak maskapai mengatakan kepada AFP bahwa pemeriksaan keamanan telah dilakukan terhadap pesawat tersebut.

"Setelah pemeriksaan pesawat selesai, para penumpang akan dialihkan ke penerbangan alternatif secepat mungkin," kata pihak maskapai.

Kementerian Transportasi Bulgaria menambahkan bahwa tim tanggap krisis telah dibentuk dan pihak berwenang terkait telah memulai penyelidikan atas insiden tersebut.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK