Seorang wakil wali kota di Jepang bagian barat meninggal dunia setelah tertimpa dan terhimpit mikoshi atau tandu hias raksasa saat parade festival lokal.
Peristiwa tersebut dikonfirmasi oleh pejabat setempat pada Senin (19/10), sepekan setelah dua orang lainnya dilaporkan tewas dalam festival tradisional terpisah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akihiro Nabae, wakil wali kota Saijo di Prefektur Ehime, sedang mengangkat tandu hias raksasa bersama peserta lainnya pada Sabtu (17/10) sebelum akhirnya terjebak di bawah tandu tersebut dan meninggal dunia.
Media lokal melaporkan Nabae sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi kemudian dinyatakan meninggal dunia. Penyebab pasti kematiannya masih diselidiki.
Sementara itu, wakil kepala sebuah kantor polisi setempat, Makoto Hagiyama, mengatakan kepada AFP bahwa penyelidik masih berusaha memastikan "apakah tandu tersebut terjatuh atau ia kehilangan keseimbangan karena suatu sebab".
Media lokal melaporkan bahwa 11 tandu hias berjejer berdampingan. Diperkirakan beban hingga tiga ton mungkin menimpa tubuh Nabae.
Festival tahunan Saijo diselenggarakan oleh kuil-kuil setempat. Dalam situs resminya, pemerintah kota menggambarkan festival tersebut sebagai perayaan yang "megah dan meriah", dengan arak-arakan tandu hias yang diukir menyerupai bunga, burung, dan prajurit.
Tradisi ini berasal dari zaman Edo di Jepang (1603-1868) dan diselenggarakan sebagai ungkapan syukur kepada para dewa atas hasil panen biji-bijian yang melimpah.
Pada Sabtu pekan sebelumnya, dua orang juga dilaporkan tewas dalam dua festival terpisah di wilayah Osaka bagian barat. Dalam kedua insiden tersebut, tandu hias terbalik ketika para peserta berusaha melakukan manuver berkecepatan tinggi.
Pada Februari, dua orang juga dilaporkan meninggal dunia akibat berdesak-desakan dalam festival tradisional Jepang yang dikenal sebagai "Festival Pria Telanjang".

