Sekjen PBB ke PMPP TNI Sentul, Apresiasi Kontribusi RI ke Perdamaian
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengapresiasi kontribusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memelihara perdamaian dunia.
Pernyataan itu, dia sampaikan saat mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Sentul, Bogor, Senin (19/10).
Lihat Juga : |
"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya yang teguh terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama bertahun-tahun, termasuk sebagai salah satu tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri tentang Pemeliharaan Perdamaian tahun depan bersama Belanda," kata Guterres.
Saat ini, hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, perempuan dan laki-laki, bertugas sebagai penjaga perdamaian di tujuh misi di seluruh dunia.
"Termasuk misi di Republik Afrika Tengah yang akan segera Anda ikuti," ujar dia.
Pasukan penjaga perdamaian, kata Guterres, akan menghadapi lingkungan paling berbahaya di dunia sekaligus meredakan ketegangan, mengawasi penyaluran bantuan yang sangat penting, melindungi warga sipil, dan menciptakan ruang bagi solusi politik.
Di kesempatan itu, Guterres mengatakan telah meletakkan karangan bunga di PMPP TNI untuk menghormati empat anggota TNI yang meninggal dunia dalam perang Israel dan Hizbullah di Lebanon.
"Pengabdian dan pengorbanan mereka tidak akan pernah dilupakan. Tidak seorang pun seharusnya kehilangan nyawa saat mengabdi demi perdamaian," ucap Sekjen PBB ini.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, lanjutnya, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang. Pelanggaran-pelanggaran ini menuntut pertanggungjawaban.
"Saya akan terus menyerukan kepada Negara-Negara Anggota untuk menjunjung kewajiban mereka dalam menjamin keselamatan dan keamanan personel PBB setiap saat," imbuh Guterres.
Gutteres berkunjung ke Indonesia pada Sabtu. Selain bertemu pasukan yang akan dikirim ke Afrika Selatan, dia sempat bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir.
(isa/bac)