KILAS INTERNASIONAL

Singapura Beber Perusahaan Terlibat Karhutla sampai Sekjen PBB ke RI

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 06:00 WIB
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir (kanan) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres (kiri) menyampaikan keterangan usai kunjungannya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (19/10/2026). Kunjungan
Kunjungan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres ke Indonesia sampai masalah asap kebakaran hutan dan lahan RI masih menjadi sorotan berita internasional. (Foto: ANTARA FOTO/Fauzan)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kunjungan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres ke Indonesia sampai masalah asap kebakaran hutan dan lahan RI masih menjadi sorotan berita internasional pada Senin (19/10).

Berikut kilas berita internasional kemarin:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lagi, Singapura Rilis 3 Nama Perusahaan RI Diduga Terlibat Karhutla

Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) menyatakan tiga perusahaan asal Indonesia kembali diduga bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah RI.

Dalam pernyataan pada Senin (19/10), NEA menyebut ada indikasi bahwa ketiga perusahaan terlibat dalam karhutla di Indonesia yang asapnya berpotensi mencapai Negeri Singa.

Tiga perusahaan ini berinsial PT BMJ, PT MH, dan PT BPP.

Netanyahu Kesal Israel Dicap Penjajah: Kami Bukan Belanda di Indonesia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kesal bahwa Israel dicap sebagai penjajah di tanah Palestina.

Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama salah satu pemimpin dunia yang terang-terangan menyebut Israel mencuri tanah Palestina.

Netanyahu kemudian membalas kecaman Obama yang menyebut Israel telah merampas hak-hak bangsa lain di Palestina.

Karhutla Indonesia Dinilai Setara 12 Kali Luas London

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menghanguskan hampir 1,9 juta hektare wilayah sepanjang Januari hingga akhir September tahun ini, menurut sebuah lembaga pemantau yang menganalisis citra satelit pada Senin (19/10).

Berdasarkan analisis citra satelit lembaga pemantau deforestasi Nusantara Atlas, luas tersebut hampir 12 kali luas Kota London, Inggris.

Pendiri Nusantara Atlas, David Gaveau, mengatakan angka tersebut merupakan estimasi konservatif. Luas lahan yang terbakar sebenarnya diperkirakan lebih besar karena kabut asap tebal menghambat pemantauan melalui satelit.

(rds)
placeholder