4 Pemimpin Dunia yang Pernah Diisukan Meninggal Padahal Sehat
CNN Indonesia
Rabu, 21 Okt 2026 07:45 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korut Kim Jong Un (kanan). (KCNA via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Berita kematian pemimpin sebuah negara, apalagi negara besar dan berpengaruh, tentu saja mengagetkan.
Namun, tidak jarang berita kematian itu hanya menjadi kabar burung alias hoaks. Hoaks itu pernah menimpa sejumlah pemimpin dunia termasuk dari Rusia, yang ternyata masih sehat dan bugar. Ini daftarnya.
1. Kim Jong Un
Rumor Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meninggal dunia ramai dibicarakan di media sosial. Kabar kematian Kim Jong Un pertama kali beredar lewat kicauan Ketua Partai Demokrasi China Wanjun Xie di akun X-nya.
Xie mengklaim bahwa pemimpin Korea Utara tersebut meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak. Ia juga mengeklaim bahwa adik perempuan Kim, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kendali rezim menggantikan putrinya, Kim Ju-ae.
"Menurut rumor yang beredar, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Karena fasilitas medis Korea Utara dinilai tertinggal dan tidak mampu memberikan pertolongan dengan cepat, negara tersebut terpaksa meminta bantuan China. Rumah Sakit Concord Beijing segera mengirimkan tim ahli medis ke Korea Utara untuk membantu menyelamatkan Kim Jong Un," bunyi kicauan Xie di X pada Senin (19/10).
Namun, kabar mengenai kematian itu tidak terbukti.
Kantor berita Korsel, Yonhap, justru mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan Kim Jong Un bersama putrinya tengah menghadiri lokasi pameran industri di Pyongyang pada Senin.
Pemimpin Rusia Vladimir Putin juga beberpa kali diisukan meninggal. Pada Mei 2022 Putin dikabarkan meninggal akibat kanker darah, berdasarkan laporan yang diklaim berasal dari sumber intelijen Inggris (MI6). Kematiannya disebut dirahasiakan oleh elit Kremlin dan penampilannya di publik digantikan oleh pemeran pengganti (body double). Namun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyangkal isu
Kemudian Oktober 2023 lalu, saluran Telegram anonim asal Rusia, General SVR, sempat menyebarkan klaim bahwa Putin mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal di istana Kremlin.
Meski demikian, Kremlin melalui juru bicara Dmitry Peskov langsung membantah keras kabar tersebut. Dia menegaskan bahwa itu adalah hoaks.
Hingga kini, Putin masih tetap sehat dan memimpin Rusia.
Bersambung ke halaman berikutnya...
3. Fidel Castro
Fidel Castro adalah pemimpin Kuba yang juga lebih dari sekali diterpa isu kematian, apalagi dia usia yang tidak muda lagi yang terentang dari 2006-2016.
Isu kematian dihembuskan karena dia sempat operasi usus dan kebiasaan menghisap cerutunya. Pada sekitar tahun 2006 misalnya, ada isu dia sudah meninggal. Tapi sebuah artikel dari The Daily Mail melaporkan sebuah artikel dilansir media pemerintah Kuba, yang memperlihatkan Castro sedang berdiri dekat pepohonan memakai kemeja dan topi cowboy. "Saya bahkan sudah tidak ingat lagi apa rasanya menderita sakit kepala," ucap Castro.
Artikel itu menjadi bukti terakhir sang revolusioner masih hidup dan terlihat sehat setelah lebih dari seminggu dikabarkan menjalani perawatan lantaran sakit keras.
CBS News pernah mengulas mengapa dia sering diisukan meninggal. "Pemimpin Kuba, Fidel Castro, selalu menertawakan spekulasi tentang kesehatannya,"tulis CBS .
Dengan postur atletis dan stamina fisik yang bertahan hingga usia 70-an, tampaknya ia akan terus berkuasa selama bertahun-tahun lagi.
Dokter pribadi Castro, seorang spesialis di bidang umur panjang, bahkan pernah menyatakan pada tahun 2004 bahwa pemimpin tersebut dapat hidup hingga usia 140 tahun. "Saya tidak melebih-lebihkan," kata Dr. Eugenio Selman.
Pada akhirnya ia meninggal dunia pada 25 November 2016 di usia 90 tahun.
Berkali-kali Deng Xiaoping dikabarkan meninggal, terutama pasca tregdei Tiananmen, 1989. Namun, media resmi Tiongkok biasanya membantah laporan tentang kesehatan pemimpin "Bapak China Modern ini dan menuduh media luar negeri mengarang berita tersebut dengan "motif tersembunyi".
Kantor Berita China Baru (NCNA), misalnya, berkali-kali menyebut "Kondisi kesehatan Deng Xiaoping sangat baik, menurut informasi yang diperoleh koresponden NCNA dari sumber yang dapat dipercaya," demikian bunyi laporan yang bertanggal Hong Kong tersebut.
Deng pernah dirumorkan meninggal pada 1989, setelah tindakan keras di Lapangan Tiananmen. Sebab, Deng sempat tidak terlihat di publik. Media dan siaran radio di Taiwan menyebarkan kabar bahwa Deng telah meninggal dunia. Pada 6 Juni 1989, stasiun televisi pemerintah Tiongkok (China Central Television) membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai "rumor belaka" (pure rumor).
Pada Februari 1993, dia diisukan meninggal. Pihak berwenang Tiongkok segera membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa Deng dalam kondisi sangat sehat, bahkan dapat berjalan bebas tanpa bantuan serta memiliki pikiran yang jernih saat berada di Shanghai.
Setahun kemudian, isu kematian Deng kembali berembus yang menyebabkan guncangan pasar finansial global.
Tuduhan ini dibantah langsung oleh putranya, Deng Pufang, yang menegaskan bahwa ayahnya berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menjalani kehidupan pensiun yang normal, dan bahkan sangat antusias menonton Piala Dunia 1994 di televisi.
Deng Xiaoping pada akhirnya wafat pada 19 Februari 1997 di usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit Parkinson dan infeksi paru-paru. Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, rumor kematian sempat kembali pecah dan dan lagi-lagi dibantah oleh pemerintah sebelum akhirnya ia benar-benar mengembuskan napas terakhir.
Jakarta, CNN Indonesia --
Berita kematian pemimpin sebuah negara, apalagi negara besar dan berpengaruh, tentu saja mengagetkan.
Namun, tidak jarang berita kematian itu hanya menjadi kabar burung alias hoaks. Hoaks itu pernah menimpa sejumlah pemimpin dunia termasuk dari Rusia, yang ternyata masih sehat dan bugar. Ini daftarnya.
1. Kim Jong Un
Rumor Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un meninggal dunia ramai dibicarakan di media sosial. Kabar kematian Kim Jong Un pertama kali beredar lewat kicauan Ketua Partai Demokrasi China Wanjun Xie di akun X-nya.
Xie mengklaim bahwa pemimpin Korea Utara tersebut meninggal dunia setelah mengalami pendarahan otak. Ia juga mengeklaim bahwa adik perempuan Kim, Kim Yo-jong, telah mengambil alih kendali rezim menggantikan putrinya, Kim Ju-ae.
"Menurut rumor yang beredar, pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan jatuh koma. Karena fasilitas medis Korea Utara dinilai tertinggal dan tidak mampu memberikan pertolongan dengan cepat, negara tersebut terpaksa meminta bantuan China. Rumah Sakit Concord Beijing segera mengirimkan tim ahli medis ke Korea Utara untuk membantu menyelamatkan Kim Jong Un," bunyi kicauan Xie di X pada Senin (19/10).
Namun, kabar mengenai kematian itu tidak terbukti.
Kantor berita Korsel, Yonhap, justru mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan Kim Jong Un bersama putrinya tengah menghadiri lokasi pameran industri di Pyongyang pada Senin.
Pemimpin Rusia Vladimir Putin juga beberpa kali diisukan meninggal. Pada Mei 2022 Putin dikabarkan meninggal akibat kanker darah, berdasarkan laporan yang diklaim berasal dari sumber intelijen Inggris (MI6). Kematiannya disebut dirahasiakan oleh elit Kremlin dan penampilannya di publik digantikan oleh pemeran pengganti (body double). Namun Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menyangkal isu
Kemudian Oktober 2023 lalu, saluran Telegram anonim asal Rusia, General SVR, sempat menyebarkan klaim bahwa Putin mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal di istana Kremlin.
Fidel Castro adalah pemimpin Kuba yang juga lebih dari sekali diterpa isu kematian, apalagi dia usia yang tidak muda lagi yang terentang dari 2006-2016.
Isu kematian dihembuskan karena dia sempat operasi usus dan kebiasaan menghisap cerutunya. Pada sekitar tahun 2006 misalnya, ada isu dia sudah meninggal. Tapi sebuah artikel dari The Daily Mail melaporkan sebuah artikel dilansir media pemerintah Kuba, yang memperlihatkan Castro sedang berdiri dekat pepohonan memakai kemeja dan topi cowboy. "Saya bahkan sudah tidak ingat lagi apa rasanya menderita sakit kepala," ucap Castro.
Artikel itu menjadi bukti terakhir sang revolusioner masih hidup dan terlihat sehat setelah lebih dari seminggu dikabarkan menjalani perawatan lantaran sakit keras.
CBS News pernah mengulas mengapa dia sering diisukan meninggal. "Pemimpin Kuba, Fidel Castro, selalu menertawakan spekulasi tentang kesehatannya,"tulis CBS .
Dengan postur atletis dan stamina fisik yang bertahan hingga usia 70-an, tampaknya ia akan terus berkuasa selama bertahun-tahun lagi.
Dokter pribadi Castro, seorang spesialis di bidang umur panjang, bahkan pernah menyatakan pada tahun 2004 bahwa pemimpin tersebut dapat hidup hingga usia 140 tahun. "Saya tidak melebih-lebihkan," kata Dr. Eugenio Selman.
Pada akhirnya ia meninggal dunia pada 25 November 2016 di usia 90 tahun.
Berkali-kali Deng Xiaoping dikabarkan meninggal, terutama pasca tregdei Tiananmen, 1989. Namun, media resmi Tiongkok biasanya membantah laporan tentang kesehatan pemimpin "Bapak China Modern ini dan menuduh media luar negeri mengarang berita tersebut dengan "motif tersembunyi".
Kantor Berita China Baru (NCNA), misalnya, berkali-kali menyebut "Kondisi kesehatan Deng Xiaoping sangat baik, menurut informasi yang diperoleh koresponden NCNA dari sumber yang dapat dipercaya," demikian bunyi laporan yang bertanggal Hong Kong tersebut.
Deng pernah dirumorkan meninggal pada 1989, setelah tindakan keras di Lapangan Tiananmen. Sebab, Deng sempat tidak terlihat di publik. Media dan siaran radio di Taiwan menyebarkan kabar bahwa Deng telah meninggal dunia. Pada 6 Juni 1989, stasiun televisi pemerintah Tiongkok (China Central Television) membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai "rumor belaka" (pure rumor).
Pada Februari 1993, dia diisukan meninggal. Pihak berwenang Tiongkok segera membantah isu tersebut dan menyatakan bahwa Deng dalam kondisi sangat sehat, bahkan dapat berjalan bebas tanpa bantuan serta memiliki pikiran yang jernih saat berada di Shanghai.
Setahun kemudian, isu kematian Deng kembali berembus yang menyebabkan guncangan pasar finansial global.
Tuduhan ini dibantah langsung oleh putranya, Deng Pufang, yang menegaskan bahwa ayahnya berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menjalani kehidupan pensiun yang normal, dan bahkan sangat antusias menonton Piala Dunia 1994 di televisi.
Deng Xiaoping pada akhirnya wafat pada 19 Februari 1997 di usia 92 tahun akibat komplikasi penyakit Parkinson dan infeksi paru-paru. Namun, beberapa hari sebelum kematiannya, rumor kematian sempat kembali pecah dan dan lagi-lagi dibantah oleh pemerintah sebelum akhirnya ia benar-benar mengembuskan napas terakhir.