Kalam Salan, Parlemen Malaysia Sentil Karhutla Pakai Bahasa Jawa
Anggota parlemen Malaysia dari partai oposisi, Kalam Salan, menyentil persoalan kabut asap kebakaran hutan dan lahan Indonesia yang makin meluas dan berdampak pada kualitas udara Negeri Jiran itu.
Namun, sentilan Kalam menjadi sorotan lantaran dia menyampaikan pesan-pesannya soal karhutla RI terhadap Presiden Prabowo Subianto dalam bahasa Jawa.
Mewakili daerah pemilihan Sabak Bernam dari Partai Bersatu (Bersatu), Kalam membacakan pesannya itu di dalam rapat majelis parlemen Malaysia, Rabu (21/10).
Ia berharap pesannya dalam bahasa Jawa ini dapat lebih dipahami para pemangku kepentingan di Indonesia.
"Di sana (Indonesia), kebanyakan orang Jawa tidak memahami bahasa Melayu. Oleh karena itu, izinkan saya, dengan persetujuan parlemen, menyampaikan pidato dalam bahasa Jawa," papar Kalam sebelum memulai membacakan pesannya di depan ruang sidang.
"Assalamualaikum, Pak Prabowo. Pripun kabare? Paringi waras, nggih. Kulo arep ngomong soal kabut asap sing saben tahun kok meneh songko Indonesia nganti Malaysia. (Assalamualaikum, Pak Prabowo. Bagaimana kabarnya? Semoga Bapak selalu sehat. Saya ingin berbicara tentang masalah kabut asap yang sudah berulang kali melanda Malaysia selama sepuluh tahun terakhir akibat kebakaran hutan di Indonesia)," ucap Kalam memulai pidatonya dalam bahasa Jawa.
Siapa Kalam Kalam Salan?
Kalam bin Kalam lahir di Sabak, Malaysia, pada pada 6 Januari 1965 dan merupakan keturunan Jawa-Melayu, yang menetap di kawasan pesisir Selangor.
Kalam Kalam adalah politikus Malaysia yang menjabat sebagai Anggota Parlemen Sabak Bernam sejak November 2022. Sabak Bernam adalah sebuah distrik (daerah) yang terletak di wilayah barat laut negara bagian Selangor, Malaysia, yang berbatasan langsung dengan negara bagian Perak di sebelah utara.
Sabak Bernam dikenal sebagai tempat komunitas keturunan Jawa berdomisili, yang telah menetap sejak era kolonial Inggris (awal abad ke-20). Mereka berdiam di sana sudah generasi ketiga atau keempat dan terintegrasi dengan masyarakat Malaysia.
Rata-rata mata pencaharian Jawa Melayu Sabak Bernam adalah pertanian, perkebunan (seperti kebun kelapa), serta perikanan.
Kalam Kalam merupakan anggota Partai Persatuan Pribumi Malaysia (BERSATU), bagian dari koalisi Perikatan Nasional. Bersatu didirikan oleh Mahathir Mohamad dan Muhyiddin Yassin, seperti dikutip laman resmi Bersatu.
(imf/rds/bac)