Parlemen Malaysia Kritik Karhutla Lahir di Daerah Warga Jawa-Melayu

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 16:30 WIB
Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan menjadi sorotan usai mengkritik pemerintah Indonesia menggunakan bahasa Jawa terkait Karhutla di RI. (Youtube/Parlimen Malaysia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota parlemen Malaysia Kalam Salan menjadi sorotan usai mengkritik pemerintah Indonesia menggunakan bahasa Jawa terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia yang memicu kabut asap di Negeri Jiran.

Dalam menyampaikan kritik, dia menggunakan bahasa Jawa dengan tujuan bisa dipahami pemerintah Indonesia.

"Pak Prabowo, tulung masalah iki enggal ditangani. Kobongan alas kudu dipateni. Aja meneh-meneh saben taun Malaysia lan Indonesia padha nandhang susah merga asap," kata Kalam dalam debat anggaran 2027, Rabu (21/10).

(Pak Prabowo, tolong masalah ini segera ditangani. Kebakaran hutan harus dipadamkan. Jangan lagi-lagi setiap tahun Indonesia dan Malaysia menderita karena kabut asap.

Dia juga meminta permasalahan karhutla jangan dibikin bercanda karena menyangkut kesehatan masyarakat. Selain itu, Kalam mengkritik pejabat Indonesia yang menyebut oksigen dari Malaysia berasal dari hutan Indonesia.

"Mula, aja malah iki digawe guyonan, digawe lucunan, ngomong, nek alas Indonesia wis ngirim oksigen kanggo Malaysia. Lah, alas Malaysia kuwi opo? Mung pokok plastik? Ora iso ngasilke oksigen?," kata dia dalam video yang disiarkan kalan YouTube parlemen Malaysia.

(Tolong jangan dibuat bercandaan, dibuat lelucon, dengan bilang bahwa Indonesia sudah mengirim oksigen ke Malaysia. Memangnya hutan Malaysia itu apa? Menghasilkan plastik? Tidak bisa menghasilkan oksigen?

Saat membaca kritik itu, Kalam terdengar lancar dan tak terbata-bata meski ada beberapa kata yang butuh beberapa saat untuk diucapkan dengan benar.

Kelancaran Kalam dalam menyampaikan pernyataan itu tak lepas dari muasal dirinya. Dia berasal dari Sabak Bernam, wilayah di Selangor yang secara historis menjadi basis komunitas bagi warga Malaysia keturunan Jawa.

[Gambas:Video CNN]

"Masyarakat di Sabak Bernam terdiri dari orang Melayu keturunan Jawa, Banjar, Kampar, dan Bugis. Mereka berasal dari komunitas Melayu dengan dialek dan adat istiadat yang berbeda," demikian keterangan dalam situs resmi, Sabak Bernam.

Jika diteliti, terdapat beberapa spesialisasi dalam wilayah tempat tinggal di antara berbagai suku.

"Misalnya, di Kampung Batu 40 dan Kampung Sungai Panjang, sebagian besar penduduknya adalah keturunan Bugis dan Jawa," lanjut mereka.

Menurut situs itu bahkan dahulu ada daerah yang disebut Kampung Sungai Bugis karena banyak penduduk di distrik ini adalah keturunan Bugis.

Mata pencaharian komunitas Jawa-Melayu di Sabak Bernam kebanyakan pertanian, perkebunan, hingga perikanan.

Kalam lahir Sabak Bernam pada 6 Januari 1965. Dia tumbuh besar di daerah tersebut. Ia bahkan mencalonkan diri sebagai wakil rakyat mewakili daerah asalhnya.

Kalam menjadi anggota parlemen Sabak sejak November 2022 dan merupakan anggota Partai Persatuan Pribumi Malaysia (BERSATU), demikian dikutip situs MyMP.

Meski tinggal di komunitas Jawa-Melayu, tak ada informasi resmi atau klaim pribadi Kalam yang menyatakan dia keturunan Jawa-Melayu.

Sejak berbulan-bulan lalu, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia melanda Sumatra, Kalimantan, dan beberapa wilayah lain. Imbasnya, negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia dibekap kabut asap. Kedua negara ini bahkan sempat mencatat indeks kualitas udara yang buruk.

Kabut asap juga berdampak ke ekonomi masyarakat terutama bagi mereka yang bekerja di luar ruangan, seperti pekerja di perkebunan, ojek online, atau pedagang keliling.

(isa/bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK