Nego Iran Mandek, Trump Wanti-wanti Sesuatu Terjadi dalam Waktu Dekat

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 20:05 WIB
US President Donald Trump pumps his fist as he boards Air Force One at Joint Base Andrews, Maryland on September 4, 2026. Trump will be spending the weekend at his golf club in Bedminster, New Jersey. (Photo by Jim WATSON / AFP)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: AFP/JIM WATSON
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan "sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat", setelah negosiasi damai dengan Iran berjalan mandek.

Dalam pernyataan kepada wartawan di South Carolina pada Rabu (21/10), Trump mengatakan saat ini tidak ada perundingan yang sedang dilakukan oleh AS dan Iran. Sejalan dengan itu, ia memberi sinyal bahwa "sesuatu" akan terjadi dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak, saya rasa kami tidak sedang bernegosiasi," kata Trump saat menghadiri kampanye di South Carolina, seperti dikutip Anadolu Agency.

"Entah bagaimana caranya, sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Sebagian besar orang tampaknya berpikir akan terjadi sesuatu setelah pemilu, kita lihat saja apa yang terjadi," lanjutnya.

Ini merupakan pernyataan terbaru Trump mengenai konflik AS dengan Iran. Sebelum ini, Trump mengatakan bahwa AS dapat mengakhiri perang dengan Iran sekarang juga, namun Washington harus memastikan hal ini bersifat permanen.

"Ini akan segera berakhir. Kami bisa mengakhirinya sekarang, tetapi kami ingin memastikan ini berlangsung untuk waktu yang lama," ucap Trump saat pidato di acara yang sama.

Trump pada kesempatan itu mengulangi kembali klaimnya bahwa AS telah mengalahkan Iran secara militer dan finansial. Ia juga menegaskan kembali ambisinya untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Sejumlah media AS sebelum ini mengabarkan bahwa militer AS dan Israel telah menyusun rencana untuk melancarkan serangan besar baru ke Iran. Serangan itu diprediksi dilakukan pasca pemilu paruh waktu AS yang dijadwalkan pada November mendatang.

[Gambas:Video CNN]

Serangan ini disebut-sebut akan melibatkan Mother of All Bombs, julukan bagi bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) selaku bom non-nuklir terkuat AS.

Kendati demikian, laporan-laporan itu mengindikasi belum ada lampu hijau dari Trump sejauh ini.

(blq/dna)