Takut Kalah, Netanyahu Paksa Partai Sayap Kanan Mundur Pemilu Israel

isa | CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 10:00 WIB
PM Benjamin Netanyahu mendesak partai kecil sayap kanan untuk mundur dari pemilu karena cemas menyedot suara dan menyebabkan kekalahan partainya, Likud. (Foto: REUTERS/Brendan McDermid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak partai kecil sayap kanan untuk mundur dari pemilihan umum karena khawatir mereka bisa menyedot suara hingga menyebabkan kekalahan partanya, Likud.

Pemilu Israel akan digelar pada 27 Oktober, atau empat hari lagi sebelum pelaksanaan. Dalam unggahan di X pada pada Kamis (22/10), Netanyahu merilis gambar Ofer Winter sedang membakar surat suara sembari tersenyum.

Winter adalah eks perwira militer yang memimpin Partai berhaluan kanan Amcha Israel.

"Memilih partai-partai yang tak lolos ambang batas = (sama dengan) pemerintahan kiri berbahaya dari Eizenkot, Lieberman, Yair Golan, dan partai-partai Arab," kata Netanyahu seperti dikutip AFP.

Dalam pemilu Israel, partai harus melewati ambang batas 3,25 persen untuk bisa duduk di kursi parlemen. Namun, berdasarkan jajak pendapat posisi partai pimpinan Winter ini rentan.

Dalam unggahan tersebut, Netanyahu juga menyebut para pesaing potensial, salah satunya Gali Eisenkot. Ia merupakan eks perwira militer yang terlibat dalam agresi di Jalur Gaza Palestina dan kini memimpin partai Yashar.

Nama lain yang disebut Netanyahu yakni Avifgor Lieberman pemimpin partai berhaluan kanan Iisrael Beiteinu dan Yair Golan pemimpin partai sayap kiri The Democrats.

"Memilih Machal, memilih Likud," imbuh PM Israel itu. Machal adalah kode huruf resmi partai Likud yang tertera di kertas suara.

Seruan Netanyahu muncul saat jajak pendapat menunjukkan posisi Partai Amcha Israel dalam bahaya. Jika, mereka tetap maju dan tak lolos ambang batas maka hasil votingnya akan hangus.

Namun, jika mereka mundur ini akan membuka jalan bagi Partai Likud menguasai Knesset dan Netanyahu sangat berpeluang menjadi perdana menteri lagi.

Di luar itu, hasil survei beberapa waktu terakhir juga menunjukkan popularitas Netanyahu dan Likud yang menurun.

(rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK