Mau Provokasi Perang, Jet Tempur Israel Terbang Dekati Perbatasan Iran

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 13:00 WIB
Puluhan jet tempur Israel terbang mendekati perbatasan Iran dalam manuver yang diduga bertujuan memprovokasi Teheran. (Foto: various sources / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puluhan jet tempur Israel terbang mendekati perbatasan Iran dalam manuver yang diduga bertujuan memprovokasi Teheran. Langkah tersebut berisiko memicu respons militer dan menyulut kembali perang antara kedua negara.

Media Israel Channel 12 melaporkan operasi itu berlangsung pada Senin (19/10) hingga Selasa (20/10). Laporan tersebut mengutip sejumlah sumber Amerika Serikat yang mengetahui operasi tersebut.

Puluhan jet tempur Israel dilaporkan terbang bersama pesawat pengisian bahan bakar. Pesawat-pesawat itu melintasi wilayah Suriah dan Irak sebelum berbalik menuju Israel setelah mendekati perbatasan Iran dalam jarak dekat.

Menurut sumber-sumber AS yang dikutip Channel 12, Israel diduga berharap pasukan Iran menembaki pesawat-pesawat tersebut. Respons itu berpotensi dijadikan pembenaran untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Pejabat AS dan Israel menyebut operasi tersebut sebagai latihan pencegahan. Namun, manuver itu berisiko memicu kesalahan perhitungan yang dapat berujung pada eskalasi militer.

Sumber-sumber AS mengatakan Israel telah memberi tahu Washington sebelum operasi berlangsung. Israel menggambarkan manuver tersebut sebagai upaya menunjukkan kemampuan militernya sekaligus mencegah Iran.

Israel juga mengetahui bahwa sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi keberadaan pesawat-pesawat tersebut.

Operasi itu berlangsung bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, ke Israel. Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan, Israel Katz, di Pangkalan Udara Ovda.

Secara terpisah, Financial Times melaporkan pada Rabu (21/10) bahwa Netanyahu telah memerintahkan militer Israel menyiapkan serangan besar-besaran baru terhadap Iran pada awal bulan ini.

Mengutip tiga orang yang mengetahui rencana tersebut, Financial Times menyebut militer Israel telah menyiapkan kampanye serangan selama beberapa hari. Targetnya mencakup fasilitas nuklir Iran, situs yang terkait dengan pemerintahan, serta infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik.

Serangan udara itu awalnya direncanakan berlangsung pada 10 Oktober. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah Presiden AS, Donald Trump, menentang dimulainya kembali perang menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke berbagai wilayah.

Konflik tersebut juga berdampak pada jalur pelayaran internasional. Dilansir Middle East Monitor, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, sementara Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

(mge/rds)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK