Taiwan Lumpuh Gegara Badai Champi, Nyaris 1.000 Penerbangan Dibatalkan

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 13:37 WIB
Taiwan lumpuh akibat diterjang badai raksasa Champi sejak Kamis (22/10) waktu setempat. (REUTERS/CSU/CIRA and JMA/JAXA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan lumpuh akibat diterjang badai raksasa Champi sejak Kamis (22/10) waktu setempat.

Badai tersebut juga menyebabkan pembatalan seluruh penerbangan di bandara wilayah tersebut yang berjumlah nyaris 1.000 penerbangan.

Menurut Badan Cuaca Pusat Taiwan (CWA) Taiwan, Champi membawa embusan angin kencang hingga 191 km/jam mendekati ke pusatnya. Badai itu juga pernah menjadi super topan dan badai yang terkuat di Pasifik, dikutip dari Reuters.

CWA melaporkan bahwa badai tersebut berada sekitar 320 km di sebelah timur ujung selatan Taiwan. Prakiraan lintasan badai menunjukkan Champi akan melintas tepat di lepas pantai timur laut Taiwan, berbelok ke utara menuju pesisir China dan akhirnya bergerak ke wilayah selatan Jepang.

Satu orang dilaporkan tewas dan 94 orang lainnya terluka di Taiwan. Pemerintah lokal menyatakan bahwa hampir 1.300 orang telah dievakuasi dari daerah pegunungan.

[Gambas:Video CNN]

Pakar dari CWA Liu Pei Tng, mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan badai mencapai daratan tidak dapat dikesampingkan jika badai tersebut "berhenti, berputar, atau bergerak tidak menentu" saat mendekati Taiwan.

"Radius angin badai ini cukup luas, termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Jika badai melambat, angin kencang akan berdampak pada Taiwan dalam durasi yang lebih lama," ujar Liu.

Kota-kota pesisir menerima peringatan melalui ponsel mengenai embusan angin yang melebihi 150 km/jam, dengan imbauan bagi penduduk untuk segera mencari tempat berlindung.

Sementara itu, curah hujan hingga hampir satu meter diperkirakan akan mengguyur wilayah pegunungan di bagian utara, termasuk di sekitar Taipei.

Pembatalan penerbangan

Kementerian transportasi menyatakan bahwa seluruh 262 penerbangan domestik dan 669 penerbangan internasional dibatalkan pada hari Jumat. Layanan kereta cepat yang menghubungkan wilayah utara dan selatan tetap beroperasi seperti biasa.

Di ibu kota Taipei, terjadi hujan yang disertai angin kencang, namun transportasi umum termasuk kereta bawah tanah, tetap beroperasi meski dengan layanan yang terbatas.

Taiwan pada umumnya sangat siap dalam menghadapi topan sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin. Meskipun lebih sering terjadi pada musim panas, badai semacam ini juga bisa melanda pada musim gugur.

Topan tersebut diperkirakan akan terlebih dahulu melintasi Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat milik Jepang yang terletak di Prefektur Okinawa.

(bac)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK