Ibu negara Amerika Serikat (AS) Melania Trump mengklaim berhasil memediasi gencatan senjata lokal antara tentara Rusia dan Ukraina di kota Oleshky, Ukraina. Upaya itu dilakukan untuk memfasilitasi evakuasi bagi warga lanjut usia (lansia) di daerah setempat.
Melansir CNN, berdasarkan siaran pers resmi, Melania berkoordinasi dengan pra pemimpin Ukraina dan Rusia. Mereka berdiskusi untuk mengamankan ketentuan perjanjian gencatan senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan akan menerapkan gencatan senjata di Oleshky pada Selasa (27/10) pukul 4 pagi waktu setempat. Pejabat Ukraina juga akan melakukan hal yang sama pada pukul 3 pagi waktu setempat.
Baik pejabat Rusia maupun Ukraina mengkonfirmasi rencana gencatan senjata di Oleshky tersebut pada Jumat (23/10).
"Penduduk Oleshky yang tersisa sebagian besar terdiri dari warga lanjut usia yang sangat membutuhkan perawatan medis, obat-obatan, makanan, dan air bersih," ujar Melania.
Ia melanjutkan, penduduk Oleshky memiliki keterbatasan akses listrik, tinggal di tengah jalan yang dipenuhi ranjau, dan mengalami serangan militer secara berkala.
"Sangat jelas bahwa tanpa intervensi saya, kemungkinan untuk membawa bantuan kemanusiaan ke kota [Oleshky] dan mengevakuasi para lansia akan menjadi mustahil," tambahnya.
Tak cuma itu, Melania juga telah bekerja sama dengan 'organisasi media' AS yang netral untuk mendampingi dan mendokumentasikan tim Rusia dan Ukraina di lapangan selama proses tersebut.
Presiden AS Donald Trump memuji upaya istrinya, Melania, pada Jumat (23/10). Ia mengatakan bahwa Melania tetap fokus untuk membantu anak-anak dan kelompok rentan lainnya yang terdampak perang.
"Yang ingin dia lakukan adalah menyelamatkan anak-anak. Itulah fokusnya. Kedua belah pihak [Rusia dan Ukraina] bekerja sama dengannya. Dia [Melania] melakukan pekerjaan dengan sangat baik," ujar Trump/
Namun, Trump tak memberi jawaban jelas saat ditanya soal potensi kehadiran Melania Trump dalam perbincangan trilateral dengan Rusia dan Ukraina.
"Tidak [ada rencana melibatkan Melania], tapi itu bukan ide terburuk yang pernah saya dengar," ujarnya.
