Sebuah vila atau rumah peristirahatan (guest house) eks diktator Adolf Hitler, yang berada di puncak bukit kawasan pegunungan Alpen di Negara Bagian Bavaria, Jerman, terbakar, Jumat (23/10) malam hingga Sabtu (24/10) dini hari waktu setempat.
Kepolisian setempat telah menangkap satu terduga yang diyakini terkait kebakaran bangunan yang dikenal dengan sebutan Sarang Elang (Eagle's Nest) atau Kehisteinhaus tersebut.
Bangunan itu berdiri pada 1938 dan kemudian dikelola Partai Nazi yang dipimpin Hitler. Di tempat itu juga disebut kerap dipakai untuk mengumpulkan (retreat) pejabat Nazi--partai penguasa Jerman yang dipimpin diktator tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari Euro News, berdasarkan keterangan kepolisian Bavaria, bangunan di puncak bukit itu mulai terdeteksi terbakar saat pelantang peringatan berbunyi sekitar pukul 21.15, Jumat malam.
Sebab rumah itu berada di puncak bukit, pemadam kebakaran mengatakan api dengan sangat terlihat mrah menyala di tengah kegelapan malam.
Mengutip dari CNN, proses pemadaman sempat mengalami kendala kondisi rumah yang terletak di puncak bukit, di mana setidaknya 200 aparat gabungan diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.
"Tak lama setelah kebakaran terjadi, seorang tersangka menarik perhatian para penyidik. Orang ini telah ditahan. Apakah individu tersebut terkait dengan kebakaran saat ini masih menjadi subjek penyelidikan kriminal," demikian pernyataan resmi kepolisian Bavaria, Sabtu pagi tadi.
Kantor berita di Jerman, DW, mewartakan sejauh ini dilaporkan tak ada korban terkait kebakaran bangunan tersebut.
Mengutip dari CNN, 'Sarang Elang' selain jadi tempat peristirahatan dan retreat pejabat NAZI, juga pernah dijadikan sebagai pusat pemerintahan sementara oleh Hitler. Setelah kekalahan NAZI seiring berakhirnya Perang Dunia II, Kehisteinhaus dikelola Negara Bagian Bavaria dan menjadi salah satu monumen bersejarah masa kelam kekuasaan Hitler.
Mengutip dari laman pengelola Kehisteinhaus, saat sekutu memenangkan Perang Dunia II, bangunan itu tak dirusak berkat campur tangan Gubernur di sana kala itu, Jacob.
"Saat ini Sarang Elang tetap dalam keadaan aslinya," demikian ditulis di laman tersebut.
Kemudian, "Pada 1960, saat kesempatan perayaan ke-150 penggabungan Berchtesgaden ke Bavaria, pemerintah Bavaria melepaskan kendali atas bangunan tersebut kepada sebuah yayasan yang memastikan bahwa hasilnya digunakan untuk tujuan amal."
(kid)

