Obama Sindir Trump soal Renovasi Gedung Putih: Mirip Saddam Hussein

CNN Indonesia
Minggu, 25 Okt 2026 16:30 WIB
Mantan Presiden AS, Barack Obama sindir Donald Trump. (Scott Olson/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama melontarkan sindiran pedas terkait proyek renovasi Gedung Putih yang dilakukan Presiden Donald Trump, dengan menyamakannya seperti restoran waralaba mewah yang dikelola oleh mantan diktator Irak, Saddam Hussein.

Sindiran tajam tersebut disampaikan Obama saat menghadiri kampanye di Cleveland, Ohio, untuk mendukung calon gubernur dari Partai Demokrat Amy Acton serta calon senator Sherrod Brown, menjelang pemilu sela.

"Saya tidak tahu apakah Anda menyadarinya, tetapi dia sepertinya sangat fokus pada renovasi rumah. Dia seharusnya tampil di saluran TV HGTV," ujar Obama yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pendukungnya, seperti dilansir Fox News.

Obama lantas merinci sejumlah proyek perombakan yang dilakukan Trump, mulai dari pembangunan ruang Dansa (ballroom), penataan ulang Taman Mawar (Rose Garden), pembuatan landasan helikopter di area Halaman Selatan, hingga penggunaan ornamen bernuansa emas yang dinilainya berlebihan.

"Dia membuat Gedung Putih terlihat seperti Saddam Hussein baru saja membuka restoran The Cheesecake Factory. Semuanya penuh dengan ornamen emas," seloroh Obama.

Rangkaian proyek renovasi yang dilakukan Pemerintah AS sendiri mencakup sejumlah pembaruan fasilitas di area Gedung Putih. Paving batu kapur dipasang di area Rose Garden untuk memfasilitasi acara luar ruangan, sementara fasilitas landasan helikopter Marine One diperbarui menggunakan material granit.

Pembangunan gedung ballroom permanen dirancang untuk menggantikan penggunaan tenda darurat yang selama ini dipakai saat menggelar acara kenegaraan berskala besar.

Selain menyoroti penampilan fisik Gedung Putih, Obama menggunakan panggung kampanye di Ohio untuk mengkritik kebijakan luar negeri Trump, khususnya terkait eskalasi konflik dengan Iran yang dinilainya memicu lonjakan harga energi di tingkat konsumen.

Ia membela kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) yang diinisiasi pada masa pemerintahannya-sebelum akhirnya AS menarik diri pada 2018-serta mendesak para pemilih di Ohio untuk mengawal jalannya pemilu sela dengan memberikan suara kepada para kandidat dari Partai Demokrat.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK