Lula da Silva Menang Pemilu, Jadi Presiden Brasil 4 Periode

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 08:32 WIB
Brazil's President Luiz Inacio Lula da Silva gestures at the Planalto Palace, in Brasilia, Brazil, January 1, 2023. REUTERS/Adriano Machado
Presiden petahanan Brasil Lula da Silva kembali memenangkan pemilu. Foto: REUTERS/ADRIANO MACHADO
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden petahana Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, kembali memenangkan kursi presiden dalam pemilu putaran kedua yang digelar pada Minggu (25/10) waktu setempat.

Pemimpin sayap kiri tersebut menang tipis dengan perolehan 51,7 persen suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro putra dari mantan presiden Jair Bolsonaro yang meraih 48,2 persen suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenangan bersejarah ini menjadikan pemimpin sayap kiri berusia 80 tahun itu sebagai presiden Brasil pertama yang terpilih untuk menjabat sebanyak empat kali.

Lula telah memimpin Brasil selama tiga periode yakni Januari 2003 sampai Desember 2006, Januari 2007 sampai Desember 2010, Januari 2023 sampai sekarang.

Hal ini terjadi setelah kampanyenya yang didominasi oleh kekhawatiran masyarakat mengenai biaya hidup, kejahatan, dan korupsi, serta pergeseran politik ke arah kanan di Brasil maupun di seluruh Amerika Latin.

Hasil ini juga menandai pertama kalinya seorang kandidat berhasil memenangkan kursi kepresidenan, setelah menempati posisi kedua di pemilu putaran pertama.

Sejumlah lembaga survei mengatakan jumlah pemilih yang lebih besar telah mendorong kemenangan Lula dalam pemilu.

Selama masa kampanye, dia menunjukkan rekam jejak penurunan kemiskinan dan kesenjangan, sementara pengangguran, angka buta huruf, dan penggundulan hutan mencapai rekor terendah pada masa jabatannya yang ketiga.

Meski demikian pemerintah Lula diperkirakan akan menghadapi hambatan perekonomian, yang diprediksi hanya akan tumbuh sebesar 2,3 persen pada tahun depan.

Selain itu, hambatan ekonomi itu juga menambah kekhawatiran fiskal terkait tingginya suku bunga dan utang publik yang telah meningkat melewati 82 persen PDB, yang merupakan tingkat tertinggi sejak pandemi.

Terpilihnya kembali Lula sebagai presiden juga mengangkat kembali masalah korupsi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan kenaikan harga.

Hasil ini juga akan mempunyai dampak di luar Brasil, yaitu menjaga negara terbesar di Amerika Latin ini berada pada jalur kebijakan luar negeri yang lebih independen di bawah kepemimpinan Lula, yang telah menekankan kedaulatan Brasil dan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Selatan dan China, di tengah ketegangan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebagai salah satu pemimpin tertua di dunia, Lula akan berusia 85 tahun pada akhir masa jabatan barunya pada 2030 nanti. Dengan begitu, Lula akan berkuasa selama total 16 tahun, setelah masa jabatan pertamanya sebagai presiden pada tahun 2003 lalu.

(dna)