Update Hitung Cepat Pemilu Israel: Netanyahu & Eisenkot Imbang

CNN Indonesia
Rabu, 28 Okt 2026 07:37 WIB
An election billboard features Israeli Prime Minister and Likud party leader Benjamin Netanyahu and former Israeli military chief Gadi Eisenkot, leader of the Yashar party, as the country holds a national election in Ramat Gan Israel, October 27, 202
Hasil hitung cepat sementara pemilu Israel, Netanyahu dan Eisenkot bersaing ketat. Foto: REUTERS/Nir Elias
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil exit poll terbaru pemilu Israel pada Rabu (28/10) pagi menunjukkan kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kini memiliki poin imbang dengan pesaingnya Gadi Eisenkot.

Kubu Netanyahu sebelumnya sempat tertinggal, setelah hasil awal menunjukkan Eisenkot unggul dengan perolehan suara 53-50 atau 52-50.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir AFP, media Israel Channel 11 dan Channel 13 sama-sama menempatkan kubu Netanyahu dan Eisenkot meraih perolehan 51 kursi. Sementara itu Channel 12 memberikan keunggulan kepada kubu Eisenkot.

Sementara itu exit poll yang dilaporkan lembaga penyiaran publik Kan juga menunjukkan posisi imbang bagi Netanyahu dan kubu Eisenkot, masing-masing mendapat 51 kursi.

Dengan hasil hitung cepat sementara ini berarti belum ada satu blok pun yang mendapatkan 61 kursi suara mayoritas yang diperlukan untuk mengamankan parlemen Knesset.

Hasil ini juga diperkirakan akan berujung pada perebutan politik selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, untuk membentuk pemerintahan Israel berikutnya.

Hingga beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup, Netanyahu masih bungkam dan belum memberikan pernyataan publik. Sementara kubu Eisenkot telah lebih dulu melakukan pidato klaim kemenangan.

Dalam pernyataan kepada pendukung pada Selasa (27/10), ia mengatakan hasil pemungutan suara sementara telah menunjukkan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap Netanyahu.

"Hasil exit poll menunjukkan kurangnya kepercayaan warga sepenuhnya terhadap Netanyahu dan pemerintahan 7 Oktober," ucapnya, seperti dikutip AFP.

Dalam pernyataan terpisah pada Rabu (28/10) pagi, Eisenkot juga mengatakan bahwa masyarakat Israel memilih perubahan karena tak lagi puas dengan kinerja pemerintahan Netanyahu.

Pada kesempatan itu, Eisenkot juga memberi peringatan terselubung kepada Netanyahu untuk tidak menggunakan keamanan Israel sebagai kendaraan politiknya.

"Netanyahu, jangan berani-beraninya Anda menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politik," tukasnya.

(dna)
LIHAT SELENGKAPNYA