Netanyahu Tuduh Partai Arab Curi Suara di Pemilu Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuduh para politisi Arab berupaya mencuri suara pemilu, setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga hendak melakukan 'serangan fajar'.
Dalam pernyataan pada Selasa (27/10), Netanyahu mengatakan partai-partai Arab berusaha mengakhiri negara Yahudi dengan mencoba memenangkan pemilu di Israel. Ia menuduh tiga pejabat senior di Partai Raam berupaya melakukan menyuap warga dan kini ditangkap oleh aparat kepolisian.
"Kita tidak boleh membiarkan pertarungan ini berada di tangan kelompok kiri dan partai-partai Arab yang ingin mengakhiri negara Yahudi," kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.
"Jadi, jangan pesta barbeku, jangan pergi ke pantai, pergilah ke tempat pemungutan suara dan pilihlah Likud," lanjutnya.
Polisi Israel sebelumnya menyatakan tiga orang ditangkap pada Senin (26/10) malam atas dugaan politik uang. Ketiga orang disebut-sebut berupaya membeli suara untuk Partai Raam, yang juga dikenal sebagai United Arab List.
"Detektif Distrik Selatan menyita uang tunai lebih dari 24.000 NIS, termasuk amplop-amplop yang telah disiapkan berisi uang, serta sejumlah catatan saat menggeledah rumah para tersangka," demikian pernyataan kepolisian.
Polisi melampirkan foto amplop-amplop tersebut, di mana satu amplop terlihat ditandai dengan sebuah nama, sementra amplop lainnya bertuliskan "hadiah dari gerakan Islam".
Meskipun partai kecil, Raam dapat memainkan peran krusial di pembentukan koalisi pemerintahan karena diproyeksi mendapatkan 17-18 kursi. Sejauh ini hasil exit poll menunjukkan kubu Netanyahu unggul tipis dari pesaingnya Gadi Eisenkot, meski sebelumnya sempat kalah suara.
Raam sementara itu telah buka suara usai dituduh mencoba menyogok warga.
"Benjamin Netanyahu berbohong dan memfitnah United Arab List. Ia menggunakan hal ini sebagai taktik menakut-nakuti guna memobilisasi pemilih sayap kanan agar datang ke TPS," kata pemimpin Raam, Mansour Abbas.
Partai Eisenkot, Yashar, juga telah merespons insiden penangkapan ini. Partai oposisi menuduh Netanyahu mencoba "menciptakan alasan untuk menggugat hasil pemilu."
"Kita harus unggul jauh di atas Likud. Hanya dengan cara itulah tidak akan ada celah untuk menaburkan keraguan," demikian pernyataan Partai Yashar.
(blq/dna)