Pendukung koalisi partai Arab Joint List dan Ra'am merayakan hasil pemilihan umum Israel yang diperkirakan akan meraih kursi terbanyak dalam sejarah kontestasi politik ini digelar.
Mereka ramai-ramai merayakan hasil pemilu di kantor Partai Joint List di Nazareth. Mereka meneriakkan slogan-slogan "Ben Gvir pulang lah" yang merujuk ke Menteri Keamanan Nasional Israel sekaligus politikus garis keras sayap kanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partai Arab sangat ingin mengakhiri pemerintahan koalisi sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan bersejarah dalam masyarakat Arab," kata Ketua Partai Yousef Jabareen, dikutip CNN, Rabu (28/10).
Pendukung koalisi Arab ini sekitar 20 persen dari pemilih Israel, tetapi secara tradisional punya tingkat partisipasi yang lebih rendah dari warga Israel Yahudi.
Bagi partai-partai Arab masuk ke pemerintahan masih menjadi hal yang sulit. Namun, hasil pemilu ini mereka diproyeksikan meraih 17 hingga 19 kursi dari 120 kursi parlemen.
Partai Arab juga berpeluang memegang peran penting dalam menentukan kursi PM setelah pemilu.
Berdasarkan penghitungan sementara Komite Pemilu Pusat Israel pada Rabu, kubu Netanyahu unggul atas oposisi setelah 50,1 persen suara dihitung.
Hasil tersebut menunjukkan blok Netanyahu diproyeksikan memperoleh 51 dari total 120 kursi di parlemen, Knesset. Sementara itu, blok oposisi juga diproyeksikan meraih 51 kursi dan partai-partai Arab memperoleh 18 kursi.
Angka tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara. Menurut aturan Israel, calon kandidat bisa menjadi PM jika menguasai 61 kursi atau 50 persen plus satu di Knesset.
(isa/bac)

