Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan hanya butuh empat kursi lagi untuk mengamankan jabatan PM usai pemilhan umum (Pemilu).
Hingga Rabu (28/10) pukul 12.34, Komite Pemilu Israel telah menghitung suara hingga 84,5 persen. Dari jumlah ini, koalisi pimpinan Netanyahu memperoleh 57 kursi, partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot meraih 49 kursi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pemilu sebelumnya, Likud berhasil mengamankan kursi parlemen hingga 68. Perolehan sementara di kontestasi politik kali ini, menunjukkan perbedaan angka yang signifikan yakni sekitar 11 kursi.
Melihat angka tersebut, Netanyahu mengatakan hasil pemilu masih menunjukkan blokmnya punya dukungan dari "mayoritas yang menentukan di antara publik Zionis dan Yahudi."
Untuk membentuk pemerintahan, partai atau koalisi membutuhkan 61 dari 120 kursi di parlemen. Artinya, Likud hanya perlu empat kursi lagi untuk mencapai angka tersebut dan jalan Netanyahu kembali jadi PM terbuka lebar.
Sementara itu, Eisenkot memandang hasil sementara tersebut membawa hal positif.
"Masyarakat telah memilih perubahan," kata dia, dikutip CNN.
Sementara itu, partai-partai yang dipimpin warga Israel yakni Joint List dan Ra'am turun jadi 17 kursi. Partai yang belum mencapai ambang batas di antaranya Resevists 2,7 persen, People of Israel 1,6 persen, dan Charedi Public 0,2 persen.
Meski demikian, hasil itu masih bersifat sementara dan bisa beurbah seiring perhitungan suara yang terus berlanjut.
(isa/bac)

