Mantan PM Selandia Baru Jacinda Ardern Jadi Dosen di Australia

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 11:35 WIB
New Zealand's Prime Minister Jacinda Ardern takes part in a press conference about the COVID-19 coronavirus at Parliament in Wellington on June 8, 2020. - New Zealand has no active COVID-19 cases after the country's final patient was given the all cl
Mantan PM Selandia Baru Jacinda Ardern akan mengajar dan menjadi mentor di Universitas Sydney, Australia. (Foto: AFP/MARTY MELVILLE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan mengajar dan menjadi mentor di Universitas Sydney, Australia.

Ardern mulai menjalankan peran tersebut pada Oktober ini dengan fokus pada kepemimpinan yang empatik, kohesi sosial, dan kepercayaan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Universitas Sydney mengatakan Ardern akan bergabung dengan sekolah kesehatan masyarakat untuk mengeksplorasi berbagai cara dalam menghadapi tantangan kesehatan global. Ia juga akan mendorong kesetaraan, inklusi, dan kesejahteraan masyarakat.

Meski akan memberikan kuliah dan membimbing mahasiswa, Ardern tidak akan mengisi posisi pengajar penuh waktu. Universitas akan melibatkannya sebagai pembicara tamu, pengisi kelas master, dan mentor bagi para mahasiswa.

"Saya sangat senang bergabung dengan Universitas Sydney," kata Ardern, seperti dilaporkan The Guardian.

Ia mengatakan kepemimpinan menjadi salah satu perhatian utamanya sejak meninggalkan jabatan sebagai perdana menteri. Menurut Ardern, dunia membutuhkan dukungan terhadap model kepemimpinan yang mampu menjawab berbagai tantangan global.

"Sejak meninggalkan jabatan, saya mendapati diri saya sangat fokus pada pertanyaan tentang kepemimpinan dan bagaimana kita dapat lebih baik mendukung dan mendorong jenis kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengatasi berbagai tantangan global kita," ujarnya.

Wakil Rektor Universitas Sydney, Mark Scott, mengatakan dirinya telah lama mengagumi keberanian dan kemanusiaan yang ditunjukkan Ardern selama berkarier di dunia politik.

"Dame Jacinda memimpin Selandia Baru melewati peristiwa-peristiwa yang sangat penting dan kepemimpinannya menunjukkan bahwa empati dan tekad tidak saling bertentangan; masing-masing dapat memperkuat yang lain," kata Scott.

Ia menambahkan, mahasiswa Universitas Sydney akan memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari mantan pemimpin negara yang memiliki pengalaman dalam kepemimpinan dan pelayanan publik.

"Bagi para siswa kami, kesempatan untuk belajar dari Dame Jacinda adalah sesuatu yang luar biasa. Mereka tidak hanya akan bertemu dengan mantan perdana menteri, tetapi juga seorang guru yang bijaksana dengan banyak hal untuk dibagikan tentang kepemimpinan dan pelayanan publik," ujarnya.

Ardern sebelumnya berbicara mengenai pentingnya kepemimpinan yang empatik dalam wawancara program ABC Conversations pada Juli.

Ia menilai masyarakat masih menginginkan model kepemimpinan yang berbeda di tengah banyaknya pemimpin dunia yang mengedepankan gaya dominan.

"Anda melihat orang-orang memilih partai-partai yang sering kali berada di pinggiran arus utama. Ketika Anda meneliti lebih dalam, mayoritas dari mereka yang melakukan itu sering kali tidak memilih berdasarkan ideologi. Mereka hanya memilih untuk melawan status quo karena merasa status quo tidak lagi menguntungkan mereka," kata Ardern.

"Jadi, menurut saya, semua tanda-tanda sebenarnya menunjukkan bahwa orang-orang menginginkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka dapatkan sekarang," tambah Ardern.

Ardern mengundurkan diri dari dunia politik pada Januari 2023, setelah lebih dari lima tahun menjabat sebagai perdana menteri sekaligus pemimpin Partai Buruh.

Selama masa kepemimpinannya, ia menghadapi sejumlah peristiwa besar, termasuk serangan teroris di Christchurch, letusan gunung berapi Whakaari, dan pandemi Covid-19.

Ardern menjadi perdana menteri pada 2017 saat berusia 37 tahun. Ia ketika itu tercatat sebagai salah satu pemimpin perempuan termuda yang menjabat sebagai kepala pemerintahan di dunia.

Setelah meninggalkan politik, Ardern mengikuti program beasiswa di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Program tersebut berfokus pada kepemimpinan publik dan tata kelola teknologi. Ia juga menerbitkan memoar berjudul A Different Kind of Power pada 2025.

Ardern bersama suaminya, Clarke Gayford, dan putri mereka, Neve, pindah ke Sydney pada awal 2026. Keluarga tersebut dilaporkan membeli properti di kawasan pantai utara Sydney seharga 5,3 juta dolar Australia.

(mge/rds)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA