Hasil Pemilu Israel: Tak Ada Kubu yang Menang Suara Mayoritas

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 06:31 WIB
Foto: REUTERS/Amir Cohen
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil penghitungan suara dalam pemilihan umum Israel menunjukkan tidak ada satu pun blok yang memperoleh suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Per Kamis (29/10), lebih dari 99 persen suara telah dihitung, namun baik kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu maupun blok oposisi tidak ada yang berhasil mengamankan 61 ambang batas suara.

Blok Netanyahu mengamankan 53 kursi di Knesset, sedangkan blok mantan panglima militer Gadi Eisenkot mendapat 48 kursi. Partai-partai Arab sementara itu memegang 19 kursi, jumlah yang belum pernah diperoleh sebelumnya.

Pemilu pada Selasa (27/10) ini merupakan yang pertama sejak serangan kelompok milisi Hamas pada 7 Oktober 2023 dan dimulainya agresi ke Jalur Gaza.

Hasil akhir pemilu akan disahkan dan diumumkan paling lambat Rabu (4/11) pekan depan.

Pada Kamis, para politisi dilaporkan mulai saling bertemu untuk menjajaki opsi koalisi. Ynet News mengabarkan Eisenkot bertemu dengan Netanyahu untuk membahas cara-cara membentuk pemerintahan baru "secepat mungkin".

Selain Netanyahu, Eisenkot juga menemui ketua Partai Demokrat Yair Golan, satu-satunya anggota aliansi Eisenkot yang mendukung untuk berkoalisi dengan partai Arab.

Golan sementara itu telah bertemu dengan pemimpin Ra'am (United Arab) Mansour Abbas, yang secara mengejutkan memperoleh suara tinggi di pemilu kali ini.

"Ini adalah saatnya bertindak. Tanggung jawab kita adalah untuk tidak melewatkan kesempatan untuk perubahan dan menyelamatkan Israel," kata Golan, seperti dikutip Al Jazeera.

Koresponden Al Jazeera, Nour Odeh, mencatat bahwa "Eisenkot menghadapi perjuangan berat di hadapannya."

Mantan pemimpin militer yang beralih menjadi politisi itu telah berjanji "untuk tidak bersekutu atau menjalin kemitraan dengan partai-partai Palestina-Israel. Namun, mengingat tidak ada blok politik yang memiliki mayoritas, oposisi hanya bisa bekerja sama dengan partai Arab jika ingin melengserkan pemerintahan Netanyahu.

(blq/dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK