Rekaman Audio Ungkap Penyebab Tabrakan Maut Kereta Cepat Spanyol

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 08:04 WIB
Rekaman audio mengungkap penyebab tabrakan maut dua kereta cepat di Spanyol. Foto: AFP/JAVIER SORIANO
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah rekaman audio yang diperoleh media Spanyol mengungkap percakapan antara masinis kereta dan pusat kendali, beberapa menit sebelum kecelakaan fatal dua kereta cepat yang menewaskan 69 orang pada Rabu (28/10) kemarin.

Penyelidikan masih berlangsung untuk menyelidiki penyebab kecelakaan maut sebuah kereta yang melaju dari Madrid ke Seville menabrak kereta yang sedang berhenti di dekat Urda.

Dilansir BBC, menurut tiga rekaman suara antara pusat kendali di Madrid dan dua masinis kereta menunjukkan bahwa salah satu kereta berkecepatan tinggi diberi izin untuk bergerak, meski kereta lainnya sedang berhenti di jalur kereta dengan jarak sekitar 25 kilometer di depan.

Dua kereta yang terlibat insiden tabrakan maut ini adalah kereta yang dioperasikan oleh operator milik negara Renfe, dengan kereta milik perusahaan swasta Iryo. Insiden terjadi sekitar pukul 08.53 pagi waktu setempat.

Menurut penyelidikan awal, sistem keamanan kereta saat itu sedang berhenti berfungsi karena kerusakan komputer dan gangguan sistem persinyalan otomatis. Hal ini menyebabkan beberapa kereta di jalur tersebut berhenti sekitar pukul 08.30 pagi.

Lantaran sistem komputer mati, lalu lintas kereta kemudian diserahkan ke pusat kendali di Madrid.

Sekitar pukul 08.36 pagi, pusat kendali mengizinkan kereta cepat Renfe untuk melanjutkan perjalanannya tanpa batasan kecepatan. Padahal ada kereta milik Iryo yang berhenti di jalur depannya.

Dalam salah satu rekaman terdengar operator di pusat kendali berbicara ke masinis kereta Renfe yang mengalami kesulitan teknis.

Setelah beberapa percakapan, operator kendali memberi tahu masinis: "Lanjutkan perjalanan Anda dan kemudian lanjutkan di bawah (Blok Sinyal Lateral), dengan kecepatan normal dan operasi normal."

"Dengan kecepatan normal," tanya masinis kereta Renfe.

"Ya," jawab operator kendali.

Sementara itu dalam rekaman audio lainnya, masinis kereta Iryo yang sedang berhenti mengatakan bahwa komunikasi dalam sistem kendali kereta telah terputus dan kereta tidak bergerak.

"Kereta berhenti di depan sinyal masuk di Urda," kata masinis kereta Iryo ke operator pusat kendali. Setelah serangkaian percakapan, masinis kemudian diberitahu untuk "melanjutkan perjalanan" secara normal.

Masinis kereta Iryo kemudian kembali menghubungi pusat kendali dan mengatakan dia tidak bisa menjalankan kereta.

"Kereta tidak mengizinkan saya untuk mengendalikan sistem (keamanan). Itulah mengapa saya masih berhenti di depan sinyal masuk," ujar masinis Iryo.

Rekaman terakhir menunjukkan petugas pengendali lalu lintas kereta api telah diberitahu bahwa kereta Iryo tetap diam di jalur saat kereta Refne mendekat. Setelahnya, kereta Iryo melaporkan gerbong-gerbongnya telah ditabrak dari belakang oleh kereta lain.

Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengatakan keputusan untuk memerintahkan kereta-kereta itu untuk bergerak kembali tanpa kecepatan, adalah "tidak dapat dijelaskan".

Hingga kini sebanyak 69 orang meninggal dunia akibat tabrakan maut tersebut. Di lokasi kecelakaan, tim penyelamat bekerja sepanjang malam untuk memotong gerbong-gerbong dan mencari korban.

Kecelakaan tersebut menjadi tabrakan kereta api berkecepatan tinggi kedua yang menewaskan banyak orang tahun ini di Spanyol.

Pada Januari lalu, bencana di jalur kereta api yang sama menewaskan 46 orang. Beberapa hari kemudian sebuah kereta komuter di dekat Barcelona tergelincir, menewaskan masinis dan menyebabkan puluhan orang lainnya terluka.

[Gambas:Video CNN]

(dna)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK