Chaos, Parlemen Armenia Baku Hantam saat Rapat 3 Kali dalam Sebulan

CNN Indonesia
Jumat, 30 Okt 2026 17:35 WIB
Rapat parlemen Armenia ricuh hingga terjadi baku hantam setelah seorang anggota parlemen dari partai berkuasa mengejek keluarga pemimpin oposisi.
Rapat parlemen Armenia ricuh hingga terjadi baku hantam setelah seorang anggota parlemen dari partai berkuasa mengejek keluarga pemimpin oposisi. (REUTERS/Vahram Baghdasaryan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Suasana rapat parlemen Armenia berubah ricuh hingga terjadi baku hantam setelah seorang anggota parlemen dari partai berkuasa mengejek keluarga pemimpin oposisi pada Kamis (29/10).

Seorang anggota parlemen oposisi dilaporkan mengalami hidung berdarah, sementara pakaian sejumlah anggota lainnya robek-robek imbas insiden tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip Al Jazeera, ini merupakan perkelahian ketiga yang terjadi di dalam gedung parlemen sepanjang bulan ini.

Kekacauan yang terjadi pada Kamis di ruang rapat bermula ketika seorang anggota parlemen disebut mengeluarkan pernyataan yang menghina anggota keluarga pemimpin partai berkuasa.

Dalam video yang viral di media sosial, anggota parlemen dari partai Civil Contract yang berkuasa, Taron Chakhoyan, terlihat menggebu-gebu saat berpidato di depan mimbar parlemen hingga bentrok dengan faksi oposisi, terutama Strong Armenia.

Menurut laporan media lokal RFE/RL Armenian Service dan PAN.am, konfrontasi tersebut bermula dari adu mulut yang memanas hingga akhirnya berubah menjadi perkelahian massal. Sejumlah anggota parlemen saling melayangkan pukulan dan tendangan, bahkan sebuah kursi turut dilemparkan ke arah lawan.

Apa yang memicu perkelahian?

Konfrontasi bermula ketika Chakhoyan sedang menyampaikan pidato saat rapat. Dalam pidatonya, ia melontarkan penghinaan pribadi kepada anggota parlemen oposisi dari faksi Hayastan (Armenia), Mesrop Manukyan.

Chakhoyan menyebut Manukyan sebagai asisten Manvel, yang tampaknya merujuk pada mantan jenderal Manvel Grigoryan dan skandal makanan kaleng yang pernah menyeret namanya.

Dalam pernyataannya, Chakhoyan melontarkan serangan kepada pemimpin faksi Strong Armenia, Narek Karapetyan, di parlemen sekaligus keponakannya yang merupakan pengusaha Samvel Karapetyan.

Ia melontarkan komentar bernada pribadi mengenai keluarga Karapetyan dan sebuah usulan kontroversial dari salah satu kerabatnya untuk membentuk kementerian yang konon bertujuan memuaskan perempuan.

"Permisi, itu bukan salah saya kalau mereka bersiap membentuk sebuah kementerian yang, dalam bahasa mereka, bertujuan untuk memuaskan seluruh wanita," katanya seperti dikutip Al Jazeera.

Karapetyan merespons dengan marah dari tempat duduknya. Chakhoyan kemudian membalas dengan meneriakinya dan menyebutnya sebagai orang yang tidak tahu sopan santun.

Anggota parlemen oposisi lantas mendekati para anggota parlemen dari partai berkuasa. Saling dorong yang terjadi di antara kedua kubu dengan cepat berkembang menjadi bentrokan fisik hingga lempar-lemparan kursi.

Bentrokan tersebut berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Sejumlah anggota parlemen saling melayangkan pukulan dan tendangan. Bahkan, Wakil Ketua Parlemen Vahagn Aleksanyan dilaporkan melemparkan sebuah kursi ke arah anggota parlemen oposisi.

Salah seorang anggota parlemen dari partai berkuasa bahkan sampai terjatuh ke lantai. Rubinyan akhirnya menghentikan sidang dan petugas keamanan parlemen turun tangan untuk melerai bentrokan.

Namun, keributan dilaporkan masih berlanjut di lobi parlemen, bahkan setelah para anggota parlemen dipindahkan keluar dari ruang sidang.

(rds/bac)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA