Estonia Mau Bangun 150 Bunker di Perbatasan Rusia, Ada Apa?

CNN Indonesia
Sabtu, 31 Okt 2026 14:20 WIB
A person walks inside a top secret historic Danish nuclear bunker, that has been opened to the public for the first time, near Oplev, Denmark, February 27, 2023. REUTERS/Tom Little
Ilustrasi bunker. (REUTERS/STAFF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Estonia berencana membangun sekitar 150 bunker di wilayah perbatasannya dengan Rusia.

Pembangunan tersebut bertujuan memperkuat pertahanan negara di tengah meningkatnya ancaman keamanan dari Moskow.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Pertahanan Estonia, Martin Herem, mengumumkan rencana pembangunan bunker tersebut kepada wartawan pada Rabu (28/10).

Bunker-bunker itu akan dibangun di wilayah Ida-Virumaa, Estonia, yang berbatasan langsung dengan Rusia.

Menurut laporan kantor berita Estonia ERR, sekitar 100 bunker akan dibangun di atas lahan milik negara.

Sementara itu, 50 bunker lainnya akan didirikan di lahan pribadi atau tanah milik pemerintah kota. Namun, Herem belum menjelaskan secara terperinci bagaimana penggunaan bunker-bunker tersebut.

Rencana pembangunan ini muncul di tengah kekhawatiran negara-negara anggota NATO terhadap meningkatnya ancaman Rusia di kawasan Eropa Timur.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Baltik, yaitu Estonia, Latvia, dan Lituania, meningkatkan kesiapan pertahanan, kesiapan sipil dan pengeluaran pertahanan, untuk mengantisipasi konflik dengan Rusia,

[Gambas:Video CNN]

Para pejabat NATO juga telah memperingatkan tentang penyusupan pesawat nirawak Rusia, pelanggaran wilayah udara, sabotase, hingga ancaman hibrida yang dapat mengganggu keamanan negara-negara anggota.

Sebagai respons, negara-negara di kawasan tersebut telah memperkuat sistem pertahanan udara.

NATO juga memperkuat sayap timurnya dengan mengerahkan tambahan pasukan serta menyiapkan rencana pengerahan militer secara cepat sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.

Sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, NATO telah memperkuat sayap timurnya dengan mengerahkan pasukan tambahan dan menyiapkan rencana secara cepat.

Selain membangun bunker, Estonia juga meningkatkan kehadiran militernya di dekat perbatasan Rusia.

Pada awal Oktober, militer Estonia mengumumkan rencana memindahkan Brigade ke-1 secara permanen ke pangkalan yang telah diperluas. Pangkalan tersebut berjarak kurang dari 50 kilometer dari perbatasan Rusia.

Pemindahan brigade itu bertujuan meningkatkan kesiapan pasukan Estonia dalam menghadapi kemungkinan serangan.

Kyiv Independent melaporkan bahwa pengeluaran militer negara tersebut tercatat mencapai 5,4 persen dari produk domestik bruto (PDB), melampaui target pengeluaran pertahanan NATO sebesar 5 persen.

Langkah serupa turut dilakukan negara-negara Baltik lainnya. Di Latvia, militer mengatakan pada Senin (26/10) bahwa brigade NATO yang ditempatkan di negara tersebut telah memulai latihan pengerahan pasukan terbesar sepanjang penugasannya.

Pada 7 Oktober, Menteri Dalam Negeri Lituania, Martynas Katelynas, menyerukan penempatan pasukan di sepanjang perbatasan negara tersebut dengan wilayah Kaliningrad milik Rusia. Ia menyebut langkah itu diperlukan sebagai tindakan pencegahan untuk memperkuat keamanan perbatasan.

Selain itu, Latvia baru-baru ini membangun pagar sepanjang 280 kilometer di sepanjang perbatasannya dengan Rusia.

Finlandia, yang juga berbatasan langsung dengan Rusia, menyelesaikan pembangunan pagar sepanjang 200 kilometer di perbatasan kedua negara pada September.

(isa/bac)
placeholder
LIHAT SELENGKAPNYA