Perusahaan AS Bayar Rp360 Ribu per Jam untuk Ajak Anjing Robot Jalan

CNN Indonesia
Senin, 02 Nov 2026 02:02 WIB
Sebuah perusahaan rintisan teknologi di San Francisco, Amerika Serikat, membuka lowongan pekerjaan unik dengan bayaran setara Rp360 ribu per jam.
Sebuah perusahaan rintisan teknologi di San Francisco, Amerika Serikat, membuka lowongan pekerjaan unik dengan bayaran setara Rp360 ribu per jam. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah perusahaan rintisan teknologi di San Francisco, Amerika Serikat, membuka lowongan pekerjaan unik dengan bayaran US$20 atau sekitar Rp360 ribu per jam.

Perusahaan tersebut mencari pekerja untuk mengajak anjing robot berjalan-jalan di sekitar kota sebagai bagian dari pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan bernama Dimensional itu membutuhkan operator yang bersedia mengendalikan robot berkaki empat selama empat hingga enam jam di sejumlah rute pengujian luar ruangan di San Francisco.

Dikutip dari New York Times, lowongan tersebut tidak mensyaratkan pelamar memiliki pengalaman di bidang robotika. Perusahaan juga menyediakan pelatihan berbayar bagi pekerja yang diterima.

Dalam unggahan lowongan yang dipublikasikan pada 5 Oktober, Dimensional menyatakan membutuhkan orang-orang yang dapat diandalkan untuk mengoperasikan robot anjing selama pengujian di luar ruangan.

"Mulai bekerja segera dan dapatkan bayaran setelah setiap shift selesai. Pelatihan berbayar sudah termasuk," demikian bunyi pengumuman lowongan tersebut, seperti dikutip Fox Business.

Meski terlihat seperti pekerjaan sederhana, operator harus siap menghadapi sejumlah kendala teknis selama mengoperasikan robot. Pasalnya, robot tersebut memiliki berat sekitar 33 pon atau 15 kilogram.

[Gambas:Video CNN]

Dalam beberapa kondisi, robot dapat mengalami panas berlebih atau berhenti berfungsi. Jika hal itu terjadi, pekerja harus membawa robot kembali secara manual.

Lowongan tersebut merupakan bagian dari upaya Dimensional mengembangkan kemampuan robot berbasis AI agar dapat beroperasi secara lebih mandiri di lingkungan nyata.

Pendiri Dimensional, Stash Pomichter, mengatakan manusia masih diperlukan untuk membantu mengendalikan robot karena teknologi AI belum sepenuhnya mampu mengoperasikan perangkat keras secara mandiri.

Pomichter menjelaskan bahwa selama pengujian, operator manusia mengendalikan anjing robot, sementara kamera dan sensor pada perangkat tersebut mengumpulkan data mengenai lingkungan di sekitarnya.

"Apa yang kami simpulkan dari eksperimen berjalan-jalan dengan anjing kami adalah bahwa agen masih sangat buruk dalam mengendalikan perangkat keras. Dan manusia masih dibutuhkan dalam prosesnya," kata Pomichter.

Dimensional merupakan perusahaan rintisan yang berbasis di kawasan Dogpatch, San Francisco. Perusahaan tersebut tengah mengembangkan sistem operasi sumber terbuka yang memungkinkan agen AI mengendalikan berbagai jenis robot.

Menurut laporan New York Times, Dimensional telah membeli lebih dari 100 robot anjing dan 50 robot humanoid dari sejumlah produsen di Amerika Serikat, China, dan Jerman.

Anjing robot yang digunakan dalam pengujian di San Francisco dibanderol sekitar US$2.000 atau setara Rp36 juta per unit. Robot tersebut diproduksi oleh perusahaan robotika asal China, Unitree.

Robot itu dapat dikendalikan melalui remote genggam maupun aplikasi ponsel.

Dimensional berharap teknologi yang dikembangkannya dapat diterapkan pada berbagai sektor pekerjaan. Beberapa di antaranya adalah pabrik, pusat data, lokasi konstruksi, hingga kegiatan keamanan.

Pomichter menilai penggunaan robot dapat membantu menggantikan sejumlah pekerjaan fisik yang selama ini masih mengandalkan tenaga manusia.

"Sejujurnya, sungguh biadab bahwa manusia masih melakukan tugas-tugas fisik ini," ujar Pomichter, merujuk pada pekerjaan seperti mengangkat dan membawa kotak-kotak berat.

FOX Business telah berupaya menghubungi Dimensional untuk meminta tanggapan terkait lowongan pekerjaan tersebut.

(mge/bac)
LIHAT SELENGKAPNYA